BNPB: 30 Titik Api Masih Menyala di Kalimantan Barat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya 30 titik api (firespot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyala di Kalimantan Barat.
"Di Kalimantan Barat kami memonitor adanya 30 titik api dengan kualitas udara umumnya berbahaya, jarak pandang di bawah 1 km," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
Ia menyebutkan bahwa situasi karhutla di Kalimantan Barat masih memerlukan perhatian serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNPB terus melakukan upaya pemadaman dan penanganan. Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi satgas dalam upaya penanganan.
"Operasi udara dan darat terus dilaksanakan secara terpadu. Namun demikian, operasi masih menghadapi kendala berupa tingkat daya lihat yang masih rendah visibilitas yang rendah kemudian lahan gambut yang sulit dipadamkan dan keterbatasan sumber air," lanjutnya.
Sejumlah langkah penegakan hukum juga dilakukan di Kalbar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait. Langkah ini meliputi pengawasan kepatuhan korporasi, penyegelan lokasi lahan terbakar, penerapan sanksi administratif, hingga evaluasi dan ancaman pencabutan izin usaha bagi pelaku pembakaran.
BNPB melaporkan adanya 7.377 titik panas (hospot) dan 72 titik api (firespot) di Kalbar pada Senin (31/8). Angka ini mengalami peningkatan signifikan dari laporan BNPB sebelumnya.
Karhutla ini juga berdampak pada kualitas udara di Kalimantan Barat. BMKG mencatat kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah mencapai kategori berbahaya atau hitam per Selasa (1/9) pukul 10.00 WIB.

