Prabowo Panggil Panglima-Kapolri ke Hambalang, Minta Laporan Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 05:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9).
Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke kediamannya di Hambalang, (Tangkapan Instagram @sekretariat.kabinet)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi nasional, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pertemuan itu digelar sebelum keberangkatan Presiden ke Rusia untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan dalam pertemuan itu Prabowo menerima laporan mengenai kondisi terkini di lapangan serta langkah penanganan dan pengendalian karhutla.

"Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi nasional serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan," tulis Teddy dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (1/9).

Teddy mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terpadu. Koordinasi juga dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya titik kebakaran di sejumlah wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan kondisi di lapangan, termasuk upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, serta Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Hadir pula Kabaintelkam Komjen Pol Yuda Gustawan, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kabaharkam Polri Komjen Pol Haryanto, Kababinkum TNI Laksda TNI Kresno Buntoro, hingga Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto.

Pertemuan tersebut berlangsung ketika kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah.

Di Kalimantan Barat, BNPB masih memantau 30 titik api karhutla dengan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori berbahaya. Jarak pandang bahkan dilaporkan berada di bawah 1 kilometer.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan operasi pemadaman darat dan udara terus dilakukan.

Namun, petugas menghadapi kendala berupa rendahnya visibilitas, lahan gambut yang sulit dipadamkan, serta keterbatasan sumber air.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat karhutla pada 31 Agustus-29 September 2026. Hingga 31 Agustus, tercatat 2.285 kejadian karhutla dengan luas lahan mencapai 6.587,84 hektare

(del/har)
placeholder