Kaltim Siap Jadi Tuan Rumah Apresiasi Pemda Berprestasi 2026
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) siap menjadi tuan rumah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan.
Acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai penyelenggaranya akan digelar di Kota Balikpapan, Kamis 3 September 2026.
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan Balikpapan dipilih karena kota ini punya akses transportasi yang sangat mendukung pelaksanaan kegiatan berskala regional.
Ketersediaan penerbangan yang terhubung dengan berbagai daerah di Kalimantan dinilai akan memudahkan mobilitas peserta maupun pejabat pemerintah pusat.
"Balikpapan jadi pilihan tempat acara karena memudahkan penerbangan semua daerah. Memudahkan juga mobilitas pejabat yang akan datang," kata Sri Wahyuni beberapa waktu lalu.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II ini direncanakan dihadiri para kepala daerah dari seluruh wilayah Kalimantan.
Selain menteri dan pejabat kementerian/lembaga, ajang ini juga melibatkan lima gubernur beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi se-Kalimantan, serta para bupati dan wali kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pun menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung kegiatan.
Tidak hanya menjadi ajang penghargaan, kegiatan juga beragendakan rapat koordinasi (rakor) Forkopimda provinsi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Rakor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta menjaga stabilitas kawasan.
Sebelumnya Rektor IPDN Halilul Khairi mengatakan empat kategori akan jadi penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah tahun 2026 ini untuk regional Kalimantan.
Acara ini yakni Implementasi program 3 juta rumah, Akses dan kualitas layanan kesehatan, Akses ke layanan pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan asri.
Halilul mengatakan empat kategori penilaian ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
"Pendidikan sangat penting, kesehatan sangat penting, keduanya merupakan layanan dasar. Kemudian pengelolaan sampah juga sangat penting untuk membangun peradaban yang baik. Sementara perumahan adalah salah satu kebutuhan dasar sandang, pangan, dan papan," kata Halilul beberapa waktu lalu di CNN Indonesia TV.
Halilul mengatakan selain kebutuhan pokok masyarakat, empat hal tersebut juga merupakan prioritas presiden. Karena perlu didorong pencapaiannya oleh semua pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
(tim/sur)