Kebakaran di Nakula-Sunset Road Denpasar Hanguskan Belasan Kendaraan
Kebakaran hebat melanda kawasan Sunset Road dan Jalan Nakula, tepatnya di pemukiman bedeng Gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali, pada Senin (31/8) malam.
Rekaman kebakaran kawasan perbatasan Legian-Denpasar via drone dari langit itu pun viral di media sosial.
Penelusuran terbaru di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), aparat menyatakan kebakaran itu menghanguskan belasan kendaraan bermotor (ranmor), yakni 11 sepeda motor dan dua mobil minibus.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, total luas areal pemukiman kurang lebih tiga hektar. Adapun yang terbakar, 2 unit mobil yaitu jenis Avanza dan mobil Xenia warna putih.
"Dan ada 11 unit sepeda motor, 3 unit sepeda gayung, barang bekas atau rongsokan, rumah semi permanen beserta barang-barang peralatan rumah tangga, surat- surat penting dan peralatan elektronik milik para korban," kata Adi Saputra dalam keterangan tertulisnya Rabu (2/9).
Ia menyebutkan, pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.13 WITA titik api kembali muncul di pada bagian barat. Namun, api tersebut langsung ditangan oleh petugas pemadam kebakaran (PMK) yang standby di lokasi.
"Namun karena angin cukup kencang api membesar kembali dan merembet ke sekitarnya. Selanjutnya disusul armada PMK Kota Denpasar dibantu oleh PMK Kabupaten Badung kembali merapat ke TKP untuk melakukan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
Kemudian, pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WITA, ada dua unit bangunan rumah semi permanen milik Niman, yang posisinya di sebelah barat dekat lokasi munculnya titik api turut terbakar, dimana sebelumnya rumah tersebut tidak terdampak dan akhirnya berhasil kembali dipadamkan.
"Hingga saat ini petugas PMK Kota Denpasar masih melakukan upaya pemadaman di TKP dibantu oleh dua unit eksavator untuk membongkar puing di TKP. Saat pukul 00.50 WITA petugas PMK Kota Denpasar dan Badung masih berupaya memadamkan api di sisa reruntuhan," ujarnya.
Untuk saat ini, proses pendinginan kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut. Dan Labfor Polda Bali belum bisa dilaksanakan olah TKP karena kondisi masih panas dan baru bisa dilaksanakan olah TKP 2 atau 3 hari lagi saat kondisi sudah dingin.
"Telah dilaksanakan pengecekan awal titik api bersama saksi-saksi dan dilaksanakan pemasangan police line di sekitar titik api," ujarnya.
Adapun penyebab kebakaran itu, diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas dari salah satu tabung gas di bedeng warga sebelum akhirnya merembet ke bedeng lainnya.
"Muncul api dari salah satu bedeng. Di mana itu diperkirakan dari gas sehingga merembet ke bedeng-bedeng yang lain," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang.
Ia menyebutkan, di kawasan tersebut banyak tumpukan-tumpukan barang rongsokan muda terbakar dan merambat ke seluruh barang-barang bekas yang ada.
"Untuk sementara kita lakukan penyelidikan. Dan informasi sementara tidak ditemukan ada korban jiwa," imbuhnya.
Ia menyebutkan, untuk kesulitan memadamkan api saat kebakaran karena adanya tumpukan barang-barang rongsokan, sehingga yang terbakar di atas dan dibawanya masih ada barang.
"Kami akan datangkan alat berat dan bekerjasama dengan PU Kota Denpasar dan Pemda Kabupaten Badung. Sehingga alat berat nanti untuk bisa menggeser barang-barang itu dan bawahnya bisa dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana, menyebut proses pemadaman api yang membakar bedeng hingga gudang barang rongsok bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga hari ke depan.
"Kami masih menunggu alat berat, mudah-mudahan kalau alat beratnya cepat datang, kami bisa cepat tangani. Kurang lebih dua sampai tiga hari," ujar Tirana.
Kemudian, sejak Senin (31/9) malam, Dinas Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sudah mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit mobil rescue. Api sempat padam pada dini hari, tapi kembali berkobar pada pagi harinya.
Selain kendala utama petugas di lapangan adalah masih banyaknya titik api yang tertimbun seng di bawah tumpukan rongsokan. Oleh karena itu, pengerahan alat berat berupa ekskavator sangat dibutuhkan untuk membongkar material tersebut.
"Sekarang kami menunggu alat berat ekskavator untuk menggaruk biar bisa (barang) yang di bawah itu naik dan kita semprot lagi," ujarnya.
(kdf/kid)