Lurah Beber Kondisi Terkini Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Malam Ini

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 20:55 WIB
Kebakaran hebat melanda TPA Putri Cempo, Solo. Puluhan pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar gunungan sampah. (detikJateng/Tara Wahyu NV)
Solo, CNN Indonesia --

Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (2/9) malam ini.

Kobaran api membakar dan membesar di gunungan sampah di TPA terbesar di Soloraya tersebut.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, puluhan armada pemadam kebakaran dikerahkan dari Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar.

Ratusan petugas tampak mendaki gunung sampah untuk memadamkan api yang terus menjalar.

Lurah Mojosongo, Katarina Kartika mengatakan laporan tentang insiden kebakaran di TPA Putri Cempo mulai masuk sebuah pukul 18.00 WIB.

"Saya ditelepon sama Pak RW 30 katanya Putri Cempo kebakaran. Terus setelah itu dari Pak RW 39 juga telepon saya," kata Katarina di lokasi.

Api terlihat membara di tumpukan sampah Blok C dan D TPA terbesar di Soloraya itu.

Beruntung, lokasi blok C dan D cukup jauh dari RW 30 dan RW 39 yang merupakan permukiman terdekat dari TPA Putri Cempo sehingga api tidak sampai mengancam keselamatan warga.

"Masih aman. Untuk sementara masih aman," kata Katarina.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD} telah berkoordinasi dengan Kelurahan Mojosongo untuk mendirikan dapur umum. Selain itu, tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Solo dan relawan juga sudah bersiaga di lokasi.

"Tadi dari BPBD sudah hubungi kita kalau mau mendirikan dapur umum di kelurahan. Terus ini tadi juga dari tim medis dan dari relawan-relawan sudah standby," ujar Katarina.

Hingga saat ini belum diketahui pemicu dari kebakaran yang terjadi di Blok C dan D TPA Putri jempol. Menurut Katarina, kebakaran di TPA Putri Cempo biasa terjadi selama musim kemarau karena cuaca ekstrem.

"Seperti ini memang tahunan ya. Jadi tiap tahun tuh memang seperti itu. Tapi dulu enggak sempat kebakaran besar seperti ini, cuman muncul asap saja, dan langsung dipadamkan," kata Katarina.

(syd/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK