BGN Minta Kepala SPPG Dipecat Usai 500 Santri Keracunan di Sidoarjo

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 05:15 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (ketiga kanan) menjenguk santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan sedang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026) dini hari.
Deputi BGN minta pemecatan Kepala SPPG Talang Angin setelah keracunan massal 500 santri di Sidoarjo. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana meminta Kepala SPPG Talang Angin dipecat buntut keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.

Lebih dari 500 orang keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian," kata Ketut, Rabu (2/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya pemecatan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin juga telah di-suspend dengan kategori berat.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.

BGN, kata Ketut, saat ini juga memfokuskan pengobatan para korban keracunan yang saat ini masih di rawat di sejumlah rumas sakit.

"Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," tuturnya.

Berdasarkan investigasi terkait peristiwa tersebut, ia bilang ada lebih 500 orang yang terdampak.

Data terbaru, dari total sebanyak 380 orang menjalani penanganan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo masih ada 5 pasien yang menjalani perawatan dan 22 orang masih dalam observasi.

Humas RSUD Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan data itu merupakan kondisi terakhir hingga pukul 15.30 WIB. Dari total 380 pasien, sebanyak 353 orang telah diperbolehkan pulang.

"Pukul 15.30 WIB total ada 380. Yang sudah pulang 353. Yang kita rawat ada 5. Masih observasi 22," kata Rizqi, Rabu.

Rizqi menyebut kondisi para pasien yang masih menjalani observasi berangsur membaik. Sebagian masih mengeluhkan diare dan sakit perut.

"Kondisi mereka sudah membaik. Memang masih jalan observasi tadi tadi itu diare. Masih sakit perut," ujarnya.

Lima pasien yang masih dirawat juga tidak ditempatkan di ruang ICU. Mereka menjalani perawatan di ruang biasa.

"Di ruangan biasa," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)
placeholder