Aceh Waspada Hujan Lebat, Mualem Ingatkan Potensi Bencana

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 01:30 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Aceh, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada di Aceh terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada 2-4 September 2026.

BMKG menyebut kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti genangan, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah tersebut meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

Potensi serupa juga terdapat di Kabupaten Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

BMKG menjelaskan potensi peningkatan aktivitas hujan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer.

Salah satunya yaitu aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah Aceh, serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi, dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di Samudra Hindia bagian barat dan wilayah utara Sumatera berpotensi meningkatkan proses penguapan.

"Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," kata Prakirawan BMKG Kelas I Stasiun Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Dedi dalam keterangannya.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengaku sudah mendapat informasi soal kondisi cuaca di Aceh yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat.

"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah," kata Mualem usai berkoordinasi dengan Kapolda Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (2/9).

Pemerintah Aceh memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan.

Sebelumnya pihaknya sudah mendistribusikan bantuan bufferstock penanggulangan bencana tahun 2026 ke kabupaten/kota sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan dan mitigasi sedini mungkin agar risiko bencana dan korban di tengah masyarakat dapat kita tekan," katanya.

(dra/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK