Pemerintah Daerah Administratif Khusus Makau kembali menegaskan komitmen memperdalam kemitraan strategis dengan Indonesia melalui Seminar Promosi Investasi Ekonomi, Perdagangan, dan Pariwisata Makau (Indonesia),yang diselenggarakan di The St. Regis Jakarta pada Selasa (1/9).
Seminar promosi tingkat tinggi ini diselenggarakan bersama oleh Institut Promosi Perdagangan dan Investasi (IPIM) dan Kantor Pariwisata Pemerintah Makau (MGTO), didukung penuh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Investasi/BKPM, ITPC, ASTINDO, dan PERPIT.
Acara yang merupakan bagian dari kunjungan resmi Pemerintah DAK Makau ke tiga negara Asia Tenggara ini mempertemukan lebih dari 400 delegasi, termasuk pejabat pemerintah, pelaku industri MICE, sektor layanan kesehatan dan teknologi tinggi, serta pelaku bisnis pariwisata dari Makau, Hengqin, provinsi dan kota di daratan Tiongkok, dan Indonesia.
Lebih dari sekadar pertemuan seremonial, seminar menghasilkan pencapaian konkret termasuk lebih dari 120 sesi pencocokan bisnis (business-matching) dan penandatanganan 36 proyek kerja sama lintas sektor pada Sesi Upacara Penandatanganan Perjanjian Perusahaan.
Kesepakatan ini semakin memperkuat jaringan ekonomi Makau-Indonesia, yang mencakup puluhan kemitraan di bidang teknologi, layanan kesehatan tradisional, produk halal, dan pariwisata berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Makau, Sam Hou Fai menyampaikan, sebagai titik awal Inisiatif Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, Indonesia dan Makau memainkan peran penting sebagai pusat utama di sepanjang jalur.
"Di bawah kerangka Dialog Strategis Komprehensif Tiongkok-Indonesia, Makau berkomitmen untuk berperan sebagai 'penghubung presisi' yang menghubungkan kekuatan ekonomi Indonesia dengan pasar di daratan Tiongkok dan negara-negara berbahasa Portugis," kata Sam Hou Fai.
Che Weng Keong (Alex), Presiden IPIM, menambahkan bahwa Makau secara sistematis menerapkan strategi diversifikasi ekonomi "1+4" dan mengembangkan Zona Kerja Sama Mendalam Guangdong-Makau di Hengqin.
Kombinasi rezim pelabuhan bebas Makau, tarif pajak rendah, dan fasilitas terpadu Makau-Hengqin menyediakan platform ideal bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin berekspansi bisnis secara efisien.
![]() |
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Edi Prio Pambudi, prinsip "Satu Negara, Dua Sistem" di Makau telah berkontribusi pada stabilitas dan keterbukaannya, sehingga membantu menarik talenta dan modal global.
Ia menyatakan bahwa Indonesia dan Makau memiliki fondasi yang kuat dalam perdagangan dan pertukaran antarmasyarakat, dengan peluang kerja sama yang luas mulai dari konstruksi dan transportasi hingga industri farmasi tradisional dan rantai pasok produk halal.
Dukungan serupa disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Investasi/BKPM, Mohammad Rudy Salahuddin, yang menekankan bahwa Indonesia terus memberikan iklim investasi yang semakin kondusif, termasuk penyederhanaan perizinan dan insentif pajak bagi para investor dari Makau.
Akselerasi Pariwisata: Kolaborasi IP Kreatif dan Perjalanan Bebas Visa
Selama paruh pertama tahun 2026, kedatangan wisatawan internasional ke Makau tumbuh sebesar 6 persen. Wisatawan RI menyumbang sekitar 88.000 kunjungan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu kontributor wisatawan terbesar dari Asia Tenggara.
Hal ini melanjutkan tren positif pada 2025, di mana lebih dari 200.000 warga negara Indonesia mengunjungi Makau, yang didukung oleh kebijakan bebas visa Indonesia bagi pemegang paspor DAK Makau, serta kegiatan promosi intensif MGTO di Indonesia.
Untuk semakin memperkuat pasar ini, MGTO menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) khusus dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASTINDO) untuk mengembangkan paket pariwisata bernilai tinggi.
Pada saat bersamaan, MGTO juga memperkenalkan inisiatif pemasaran inovatif yang berpusat pada budaya pop dan media digital untuk menarik wisatawan muda dan keluarga dari Indonesia.
Salah satunya lewat maskot pariwisata resmi Makau, Mak Mak, yang kembali berkolaborasi dengan karakter IP komik populer Indonesia, Tahilalat, bersama maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kampanye berlangsung dari September 2026 hingga Agustus 2027 melalui berbagai aktivasi daring dan luring.
Lalu, MGTO merilis video drama pendek berbahasa Indonesia, "Don't Make A Wish!" yang tayang perdana di akun TikTok MGTO pada 7 Agustus 2026. Menyusul kemudian, serial "Cahaya Macao" yang diproduksi bersama platform streaming iQIYI, tayang pada 30 Agustus 2026 dalam bahasa Indonesia, Melayu, dan Inggris.
Fasilitas Ramah Muslim dan Kunjungan Industri Teknis
Delegasi ekonomi dan perdagangan Makau-Hengqin juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga strategis di Jakarta.
Delegasi mengunjungi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai regulasi sertifikasi halal, mengunjungi Biobank Nasional di bawah Kementerian Kesehatan, menjajaki peluang kerja sama dengan rumah sakit swasta, dan mengadakan diskusi dengan operator satelit telekomunikasi nasional lokal.
Acara di Jakarta lalu ditutup dengan optimisme kuat, sebelum delegasi Pemerintah DAK Makau melanjutkan agenda diplomasi ekonominya ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Keterlibatan aktif Makau dengan Indonesia menunjukkan, kerja sama antara kedua wilayah tidak lagi terbatas pada sektor-sektor tradisional, namun telah berkembang ke ranah ekonomi digital, layanan kesehatan modern, industri kreatif, dan investasi hijau, yang akan menciptakan peluang saling menguntungkan bagi masa depan kedua belah pihak.
(adv/adv)
