Gubernur Banten Andra Soni mengimbau masyarakat Banten menggunakan masker lantaran terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Andra Soni mengingatkan masyarakat untuk menjauh dari Gunung Anak Krakatau. Zona larangan untuk beraktivitas bagi masyarakat, termasuk nelayan dan wisatawan, adalah 3 km.
Selain itu, Andra Soni juga menekankan pentingnya penggunaan masker dalam aktivitas di tengah kondisi hujan abu vulkanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat diminta untuk menjauh dari radius yang dianjurkan, tiga kilometer dari lokasi," tegas Andra Soni.
Seiring adanya sebaran abu vulkanik, Andra Soni juga meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
"Karena ada abu, daerah yang terdampak dimohon untuk kalau keluar rumah menggunakan masker untuk menjaga," ujar Andra Soni seperti dikutip dari Detik.
Andra Soni menegaskan Pemprov Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak pemantau gunung api di Bandung terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan arah sebaran abu vulkanik.
"Ya, kita tetap monitor. Melalui BPBD, BPBD koordinasi dengan pemantau yang ada di Bandung," ucap Andra Soni.
"Arah anginnya membawa debunya sampai ke wilayah Banten dan Jawa Barat. Kita berdoa semoga semua baik-baik saja," kata Andra Soni.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat (4/9) malam, tercatat sudah sampai ke wilayah Jakarta dan Banten hingga Jawa Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). Ada dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situs resmi.
Klaster pertama yakni ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.
"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," tulis pihak BMKG.
(ptr/har)