Masinton Buka Suara Usai Diancam Wacana Pemakzulan di Tapanuli Tengah
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu angkat suara soal ancaman pemakzulan terhadap dirinya atas tudingan pengelolaan anggaran daerah yang tidak profesional.
Masinton menyebut isu pemakzulan dirinya sebagai skenario politik oleh kelompok atau fraksi partai yang tak terima kekalahan di Pilkada 2024. Menurut dia, mereka adalah pihak yang gagal mengusung calon tunggal.
"Mereka menskenariokan calon tunggal dalam Pilkada 2024 lalu dan ternyata gagal. Pada saat Pilkada paslon yang mereka usung Dikalahkan Rakyat Tapanuli Tengah," kata Masinton saat dihubungi, Minggu (6/9).
Politikus PDIP itu menyebut wacana pemakzulan juga bukan kali pertama. Sebelumnya, kata Masinton, wacana pemakzulan juga masif dilakukan terhadap tiga Pj Bupati salam periode 2022-2024.
Masinton menuding pihak-pihak yang mendorong pemakzulan adalah segelintir kelompok yang mempolitisir bencana banjir di Tapanuli Tengah.
"Mereka di DPRD tidak pernah membahas rancangan Perda yang diusulkan pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah untuk percepatan pembangunan daerah pascabencana," katanya.
Ada lima fraksi partai di DPRD Tapteng yang mendorong pemakzulan Masinton. Mereka yakni Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Mereka menilai roda pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah berjalan tidak optimal dan pengelolaan anggaran tidak profesional.
Juru Bicara lima fraksi tersebut, Hazmi Arif Simatupang menyebut pihaknya menemukan dugaan pengelolaan anggaran yang buruk.
Selain persoalan anggaran, lima partai tersebut juga menyoroti penanganan bencana banjir yang terjadi di Tapteng. Mereka menilai respons pemerintah daerah berjalan lambat dan penyaluran bantuan kepada korban belum maksimal.
"Kami juga mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sampai pada tingkat pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu," kata dia, Sabtu (5/9).
(thr/isn)