Update Wilayah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau Senin Pagi

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 05:45 WIB
A drone view shows Mount Anak Krakatau volcano spewing hot ash during an eruption, in South Lampung, Lampung province, Indonesia, September 5, 2026. Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG)/Handout via REUTERS
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) menyebar ke arah Barat. Foto: PVMBG/Handout via REUTERS
Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam, tercatat telah menyebar ke arah Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat pada Senin (7/9).

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) data sebaran pada Senin pukul 04.00 WIB, abu vulkanik terdeteksi ke arah sebaran berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau, terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda," demikian laporan BMKG pada Senin (7/9) pagi.

Adapun Sebaran 1 dengan Lapisan Rendah (permukaan 15.000 ft/4.57 km) bergerak ke arah Tenggara hingga Barat Laut mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat dan perairan sekitarnya.

"Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak," demikian laporan BMKG.

Sementara itu Sebaran 2 dengan Lapisan Tinggi (permukaan 50.000 ft/15.24 km) bergerak ke arah Barat daya hingga Barat, mencakup Samudra Hindia di sebelah Barat sampai Barat Daya Bengkulu. Lampung, dan Banten.

"Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara," lanjut BMKG.

Selain itu sebaran abu vulkanik pada Senin pagi ini diperkirakan semakin menyebar ke arah Barat.

Untuk mendapatkan informasi terbaru, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait. Selain itu masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang selama beraktivitas.

(dna)