Gerindra Ingatkan AHY Fokus Kerja: Pemilu Masih Lama

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 20:19 WIB
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap langkah pemerintah dalam menyiapkan potensi El Nino menjelang musim kemarau di Indonesia.
DPP Partai Gerindra menanggapi pidato AHY tentang pemilu, menekankan fokus pada kerja pemerintahan. (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra angkat suara soal pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung pemilu di acara HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9).

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menilai pelaksanaan Pemilu 2029 masih jauh. Apalagi, AHY dan Demokrat saat ini masih menjadi bagian dari koalisi pemerintah.

"Saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan," kata Sugiat saat dihubungi, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan," imbuhnya.

Sugiat berharap agar semua pihak saat ini fokus membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuntaskan persoalan kerakyatan. Dia ingin setiap persoalan yang dihadapi rakyat bisa dihadapi bersama.

Apalagi, kata Sugiat, Prabowo selama ini juga tak pernah membahas soal pemilu di internal Partai Gerindra. Sebab, dia meyakini kerja-kerja riil di tengah masyarakat akan membantu elektoral.

"Saya yakin dan percaya partai mana pun yang berhasil katakanlah menuntaskan persoalan-persoalan rakyat, nanti secara otomatis elektoralnya pasti meningkat itu nggak usah khawatir terhadap itu," katanya.

AHY dalam pidatonya di kantor DPP Partai Demokrat, menyinggung sejumlah isu terkait pemilu. AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.

Dia juga menyinggung pentingnya profesionalisme dan netralitas bagi seluruh alat serta aparatur negara, terutama ketika Pemilu. Menurut AHY, salah satu amanah penting reformasi adalah memastikan TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seluruh aparatur negara berdiri di atas semua golongan serta tidak memihak dalam politik praktis.

"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," katanya.

Gesture jadi penantang

Merespons itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia meyakini Ketua Umum Partai Demokrat, AHY bakal menjadi kontestan pilpres mendatang.

Dia setuju sepenuhnya dengan pernyataan AHY dalam pidatonya yang menyinggung soal kekuasaan sebagai amanah yang memiliki batas waktu.

"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).

(thr/isn)
placeholder