Karhutla Gunung Semeru Padam, Hanguskan 3.072 Hektare Lahan

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 21:45 WIB
Kondisi vegetasi terdampak kebakaran di sekitar blok Oro-oro Ombo, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Balai Besar TNBTS mencatat kebakaran tersebut telah berdampak pada sekitar 590 hektare ka
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru akhirnya dinyatakan padam setelah petugas gabungan tidak lagi menemukan titik api di lapangan. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru akhirnya dinyatakan padam setelah petugas gabungan tidak lagi menemukan titik api di lapangan. Bencana ini melahap lebih dari 3.000 hektare kawasan sebelum berhasil dipadamkan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan penanganan karhutla resmi dinyatakan tuntas per 5 September 2026. Ke depan, pengawasan kawasan akan dilanjutkan lewat patroli rutin oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berkoordinasi dengan Seksi PTN Wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang karena per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan selesai karena sudah tidak ada titik api dan selanjutnya akan dilaksanakan patroli oleh pihak TNBTS," kata Isnugroho, Senin (7/9).

Proses pemadaman dilakukan lewat kombinasi penyisiran jalur darat dan water bombing menggunakan helikopter. Berdasarkan data TNBTS, luas area yang terbakar hingga 1 September 2026 tercatat mencapai 3.072 hektare, sementara luas area terdampak hingga 5 September masih dihitung petugas di lapangan.

Isnugroho merinci sebaran area yang terdampak karhutla di sejumlah blok. Di Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan, luas area terbakar tercatat sekitar 211,24 hektare.

Di kawasan Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29, luasnya mencapai 881,78 hektare. Area terdampak paling luas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya, dengan luas sekitar 1.887 hektare.

"Dampak karhutla yang terluas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya mencapai 1.887 hektare," ujarnya.

Petugas masih melakukan penghitungan di Blok Krepelan, Desa Ranupani, sehingga angka total luas area terdampak karhutla hingga 5 September belum bisa dipastikan secara pasti.

"Tim regu siaga BPBD Lumajang bersama petugas gabungan juga telah melakukan penyisiran dan pembasahan di Blok Krepelan arah Ranupani menggunakan jet shooter dan blower," tuturnya.

(frd/fra)
placeholder