Gunung Anak Krakatau Erupsi yang Keempat Siang Hari Ini

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 12:52 WIB
Gunung Anak Krakatau erupsi empat kali pada 8 September 2026, dengan status Siaga. Gunung Ibu dan Ile Lewotolok juga mengalami erupsi.
Penampakan kawah gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (PVMBG/Handout via REUTERS)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (8/9) ini, sejak dini hari hingga siang WIB. Setidaknya empat kali gunung api di Selat Sunda itu erupsi sepanjang hari ini.

Mengutip dari laman Informasi Letusan pada situs resmi pantauan gunung api se-Indonesia, Magma Kementerian ESDM, gunung di perairan Selat Sunda itu mengalami erupsi yang keempat pada hari ini, yakni pukul 11.34 WIB.

Berdasarkan laporan yang dibuat petugas Deny Mardiono, pada erupsi tersebut visual letusannya tidak teramati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik," kata dia dikutip dari laman tersebut.

Status gunung itu saat ini Level III atau Siaga sejak erupsi beruntun pertama pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, erupsi pertama Anak Krakatau pada Selasa ini terjadi dini hari tadi adalah pada pukul 05.08 WIB.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik," demikian dikutip dari situs tersebut berdasarkan laporan yang dibuat .

Erupsi kedua terjadi sekitar setengah jam kemudian.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:34 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik," demikian dilaporkan.

Kemudian erupsi ketiga terjadi sekitar dua jam kemudian.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 07:49 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik," demikian laporan yang ditulis Anggi Nuryo Saputro pada laman tersebut.

Erupsi Gunung Ibu dan Ile Lewotolok

Selain itu, Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara dan Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilaporkan erupsi berkali-kali sepanjang hari ini. Hal itu terpantau dalam laporan pada aman Informasi Letusan pada situs resmi pantauan gunung api se-Indonesia, Magma Kementerian ESDM.

Gunung Ibu

Sejak dini hari tadi hingga siang ini, Gunung Ibu dilaporkan tujuh kali erupsi.

Erupsi terbaru dilaporkan terjadi pukul 12.01 WIT atau 10.01 WIB.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik," demikian dilaporkan petugas Darsono Haji Muhammad Nur dikutip dari situs Magma ESDM.

Status gunung itu saat ini Waspada atau Level II.

Pada dini hari tadi, gunung itu erupsi pukul pukul 00:36 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 54 detik.

Kemudian pukul 09.07 WIT, erupsi terjadi namun visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 42 detik.

Pada pukul 09.17 WIT, erupsi juga terjadi namun visual letusan tidak teramati.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 60 detik," tulis petugas dalam laporan di laman tersebut.

Dan pada pukul 11.13 WIT, erupsi juga terjadi dan visual letusan tidak teramati.

Selanjutnya pada pukul 11.40 WIT, erupsi terjadi dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.

Ile Lewotolok

Gunung atau ile Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, mengalami erupsi pada pukul 06.35 WITA

"Tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2223 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat," demikian laporan petugas Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman tersebut.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 180 detik," imbuhnya.

Status gunung itu saat ini adalah Waspada (Level II).

(kid/ugo)
placeholder