Antisipasi Karhutla, Polres Oku Timur Bangun Embung

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 17:26 WIB
Seorang warga mencuci pakaian di aliran Sungai Cihoe, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026). BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 24.914 kepala keluarga (KK) di 12 kecamatan terdampak kekurangan air b
Foto ilustrasi. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Oku Timur, Sumatera Selatan membangun sejumlah embung atau penampungan air alami di musim kemarau ini.

Tempat penampungan air ini berguna untuk menambah pasokan air yang bisa dipakai untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolres Oku Timur Ajun Komisaris Besar Lalu Hedwin Hanggara mengatakan pembuatan embung ini dilakukan dengan seluruh unsur masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyikapi musim kemarau yang memang tidak turun hujan selama beberapa minggu dan beberapa bulan, sehingga menyebabkan debit air ini berkurang," kata Lalu, Selasa (8/9).

Menurutnya sumber-sumber air saat ini semakin berkurang untuk pemadaman karhutla. Karena embung-embung ini dibuat.

"Maka kami dibantu dari seluruh masyarakat, instansi, badan usaha, dan swasta membuat tambahan embung-embung," katanya.

Lalu mengatakan selain embung, pihaknya juga membuat kanal-kanal tambahan untuk saluran air.

"Harapan kami dengan adanya sumber mata air ini akan dapat meningkatkan pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Polres juga menggelar simulasi pemadaman karhutla dengan fasilitas milik swasta sebagai bukti dukungan semua pihak.

Dengan simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menangani karhutla.

(tim/sur)
placeholder