Pencarian 5 Jurnalis Liputan Gunung Anak Krakatau Dilanjutkan Besok

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 22:30 WIB
Tim SAR gabungan telah bergerak mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan telah bergerak mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9).

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim yang bertugas menjangkau sampai Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.

Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Al Amrad kepada wartawan, dikutip dari Antara.

Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur lainnya.

Ia mengatakan kapal Basarnas berukuran panjang sekitar 40 meter digunakan karena lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.

"Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius," kata Eko.

Menurut ia, tim gabungan sebelumnya melakukan pencarian di sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas, gelombang tinggi, dan aktivitas erupsi membuat kapal kembali bersandar.

"Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi," ujarnya.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat diduga 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian, di antaranya pewarta foto LKBN Antara, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan KN SAR Tetuka juga dikerahkan untuk mencari lima awak media yang hilang kontak sejak kemarin.

"Pencarian juga didukung dengan penggunaan Kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan selanjutnya ke lokasi pencarian," kata Maruli.

Pada proses pencarian yang dilakukan hari ini cuaca menuju dan sekitar Gunung Anak Krakatau penuh tantangan karena langit gelap dan dipenuhi abu vulkanik.

Kecepatan angin sekitar 16,7 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter. Sementara itu, terdapat sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar satu mil.

"Kami bersama Basarnas akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dan menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil di lapangan," ujar Maruli.

(ynd/antara/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK