Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyegel lokasi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kalimantan Barat, Selasa (8/9).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan penyegelan ini dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap aktivitas di lokasi tersebut dan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penyegelan itu, Raja Juli juga menyoroti soal temuan aktivitas penanaman sawit setelah asap di lokasi baru saja padam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai dengan perintah bapak presiden. Ini banyak sekali yang nakal. Ini (di lokasi penyegelan) baru aja asapnya padam tapi sudah mulai ditanam sawit ini ya," kata Raja Juli dalam keterangannya, Selasa.
Menurut Raja Juli, proses penegakan hukum terhadap aktivitas tersebut saat ini masih dilakukan oleh Gakkum Kehutanan bersama Polri dan KPH Ketapang.
Selama proses pidana berlangsung di Polda Kalimantan Barat, pihak yang berada di lokasi dilarang masuk ke lokasi maupun melakukan aktivitas.
"Yang pertama tentunya ini dilarang masuk, dilarang melakukan aktivitas apa-apa, sambil pidananya sedang berproses juga di Polda Kalimantan Barat," ujarnya.
Raja Juli menyatakan pihaknya juga turut disita satu alat berat. Kata dia, alat berat tersebut disita setelah ditemukan aktivitas di lokasi yang sebelumnya terdampak karhutla dan kini mulai ditanami sawit.
"Ya itu, mereka dengan sewenang-wenang ya mereka bakar, masyarakat menjadi napas sesak, nah kemudian mereka udah mulai tanam sawit. Oleh karena itu sudah kita tindak, udah kita sita alat beratnya dan sedang diproses di Polda. Kerjasama dengan Gakkum Kehutanan," katanya.
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kemunculan lahan-lahan perkebunan sawit baru pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Hal itu disampaikan Prabowo usai menerima laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait tersangka Karhutla dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual, Senin (7/9).
Prabowo menilai ada unsur kesengajaan pembakaran yang bertujuan untuk pembukaan lahan perkebunan. Oleh sebab itu, ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk terus menyelidikinya.
(dis/fra)
