Demokrat Disebut Pasang Kuda-kuda, Gerindra Tegaskan Koalisi Solid

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 07:32 WIB
Prabowo Subianto (Presiden RI periode 2024-2029) saat menjalani masa kampanye pada Pilpres 2024 silam. (Detikcom/Pradita Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, memastikan bahwa koalisi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tetap solid di tengah isu manuver salah satu partai anggota koalisinya.

Menurut Sugiat, Presiden sejauh ini telah melakukan konsolidasi politik dengan baik--tiak hanya dengan partai-partai dalam koalisi, tetapi juga dengan partai di luar koalisi.

"Kalau yang kami rasakan sekarang, baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, konsolidasi politik yang dilakukan Pak Prabowo sangat kuat ya," ujar Sugiat saat dihubungi, Senin (7/9).

Namun, menurut dia, Prabowo--yang juga Ketua Umum cum Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra--selalu meminta kepada seluruh anggota koalisinya untuk terlebih dahulu. Prabowo disebut meminta anggota koalisinya, terutama yang di dalam kabinet, fokus pada pelayanan dan kerja-kerja di tengah masyarakat dan menunda pembahasan urusan pemilu.

Namun, menurut dia, Prabowo selalu meminta kepada anggota koalisinya untuk fokus terlebih dahulu pada kerja-kerja di tengah masyarakat, dan menunda urusan pemilu.

Sugiat menyebut Ketua Umumnya selama ini juga tidak pernah membahas urusan pemilu di lingkungan internal partai. Sebab, ia meyakini dampak elektoral akan datang seiring dengan kinerja nyata untuk rakyat.

"Saya yakin dan percaya partai mana pun yang berhasil menuntaskan persoalan-persoalan rakyat, secara otomatis dukungan elektoralnya pasti meningkat. Tidak perlu khawatir soal itu," katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu juga menegaskan komunikasi antar-partai koalisi sejauh ini terjalin dengan baik - tidak hanya sesama anggota koalisi, tetapi juga dengan partai di luar koalisi seperti PDIP.

"Dengan PDIP, meskipun berada di luar pemerintahan, kita tetap membangun komunikasi yang sangat hangat, guna bersama-sama mencari jalan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan," katanya.

Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia--yang juga Wakil Ketua Umum Golkar--menduga dua poros kekuatan politik mulai bersiap menyusun kekuatan untuk pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Doli pun menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9). Pidato tersebut dinilainya sebagai sinyal adanya poros politik Cikeas yang bersiap maju dalam pilpres.

Ia sepenuhnya sependapat dengan pernyataan AHY dalam pidatonya yang menyebutkan bahwa kekuasaan adalah sebuah amanah yang memiliki batas waktu.

"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, sikap, dan posisinya, AHY seolah-olah memberikan sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah satu calon dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).

Sementara itu menanggapi isu beredar, Demokrat telah menegaskan dukungan untuk pemerintahan Prabowo, dan membantah pidato AHY di HUT partai itu sebagai pembahasan untuk Pilpres 2029.

(thr/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK