Prabowo, Gibran, Hingga Puan Hadiri HUT ke-25 Demokrat di Kompleks GBK
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming hadir dalam puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, kompleks GBK, Jakarta, Rabu (9/9) malam.
Prabowo tiba memasuki arena acara ditemani Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersama putranya sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Turut hadir pada kesempatan itu sejumlah elite partai koalisi pemerintah, seperti PKB yang diwakili Sekjen Hasanuddin Wahid, Wakil Ketua Umum Jaziluk Fawaid, serta Ketua DPP Faisol Riza.
Dari Gerindra diwakili Sekretaris Dewan Kehormatan Ahmad Muzani, Sekjen PKS Muhammad Kholid, dan sejumlah elit PDIP mulai Puan Maharani, Ketua Fraksi Utut Adianto, hingga Sekretaris Fraksi PDIP Dolfie OFP.
Lihat Juga : |
Belum nampak perwakilan Partai Golkar, NasDem, hingga PAN pada kesempatan tersebut.
Selain mereka beberapa petinggi partai non-parlemen turut hadir, mulai dari Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono hingga Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.
Sebelumnya AHY dalam Pidato Politik Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat mengingatkan para kadernya agar tidak terlena dengan kekuasaan. Ia menilai jabatan memiliki batas waktu dan harus digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menyoroti dinamika perjalanan politik serta posisi Partai Demokrat yang kini berada di dalam lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.
"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah 2 periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," ujar AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Sabtu (5/9).
Ia menegaskan bahwa keberadaan partai di pemerintahan bukan hanya merayakan kemenangan atau mengejar kursi semata, tetapi mengawal program strategis agar benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Dan kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Sebab, yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai. Yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia," tegasnya.
(thr/gil)