Di Depan Prabowo, AHY Jelaskan Pidato Politik Singgung Pemilu

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 20:42 WIB
Ketum Partai Demokrat, AHY, klarifikasi pidato politiknya yang menyinggung pemilu. Dia menegaskan dukungan untuk pemerintahan Prabowo. (Partai Demokrat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan maksud pidato politiknya beberapa waktu lalu di kantor partai yang menyinggung pemilu dan menuai reaksi dari sejumlah partai koalisi.

AHY mengaku khawatir pernyataannya dalam pidato tersebut salah tafsir dan menuai respons berbeda.

"Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut. Karena saya khawatir ada yang salah tafsir," kata AHY di puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Menteri Koordinator Infrastruktur itu mengatakan bahwa pidato politik tersebut adalah refleksi sekaligus kontemplasi. Dia mengaku hanya ingin menyemangati kader partainya dan meneguhkan kembali nilai-nilai partai.

"Serta memastikan seluruh kader memahami tanggung jawab kita hari ini sebagai bagian dari pemerintahan," katanya.

AHY pun menegaskan bahwa posisi Demokrat dalam pemerintahan jelas, yakni ingin agar pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto sukses. Sebab, kesuksesan pemerintahan adalah kesuksesan seluruh masyarakat.

"Posisi Demokrat jelas, posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan presiden Prabowo Subianto, berhasil. Tidak ada hal lain, selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini," katanya.

Prabowo sementara itu merespons AHY dengan menyatakan jika memang pidato itu bernuansa kritik, maka hal itu lumrah dalam kehidupan berdemokrasi.

"Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY berapa hari lalu katanya adalah kritik tajam, tapi saudara-saudara memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," kata Prabowo di Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat.

Meski begitu, Prabowo menyinggung pernyataan AHY yang menyatakan bahwa AHY dan Demokrat tetap membersamainya bekerjasama demi kepentingan rakyat.

"Tapi yang jelas beliau tegas menyampaikan itikad beliau dan itikad Demokrat yaitu bersama-sama kita bekerja untuk rakyat," ucap dia.

AHY dalam pidatonya pada Sabtu (5/9), sempat menyinggung soal pemilu dan masa jabatan presiden. Dia menyebut bahwa pemimpin atau presiden memiliki batas waktu.

Belakangan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia sebelumnya meyakini Ketua Umum Partai Demokrat, AHY bakal menjadi kontestan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Doli merespons pidato AHY dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9).

Dia setuju sepenuhnya dengan pernyataan AHY dalam pidatonya yang menyinggung soal kekuasaan sebagai amanah yang memiliki batas waktu. Namun, Wakil Ketua Baleg DPR itu mengaku heran dengan substansi pidato AHY.

Sebab, saat ini negara tengah menghadapi tantangan besar. Apalagi, Demokrat dan AHY juga bagian dari koalisi pemerintah yang mestinya ikut bertanggung jawab.

"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing positionnya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).

(thr/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK