Sebanyak 45 pasien anak di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dievakuasi menyusul kebakaran yang terjadi di area layanan gizi rumah sakit tersebut, Rabu sore (9/9).
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSSA dr Syaifullah Asmiragani menjelaskan, evakuasi dilakukan begitu status code red diaktifkan.
"Terkait pasien anak ketika sudah ada aktivitas code red untuk menghindari terjadinya keracunan karbon monoksida akibat asap yang berlebihan, maka pasien anak kami evakuasi ke titik kumpul yang dekat dengan gedung ini," kata Syaifullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dievakuasi, Syaifullah mengatakan, tim medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh pasien yang dipindahkan.
"Setelah itu kami melakukan skrining dam evaluasi terhadap pasien yang dipindahkan untuk memastikan tidak ada kegawatan dan sudah dipastikan tidak ada sehingga saat itu kami menunggu sampai ada lampu hijau dari tim yang bertugas mengevaluasi fasilitas," ujarnya.
Karena ruang perawatan anak masih berbau asap, pihak rumah sakit memutuskan memindahkan pasien ke lokasi lain untuk sementara waktu.
"Mungkin butuh waktu 1-2 hari sampai asap betul-betul hilang dari tempat pelayanan, sehingga untuk sementara pasien kami alihkan ke ruang perawatan di daerah grand paviliun dan jumlah yang terdampak 45 pasien," kata Syaifullah.
Ia memastikan seluruh pasien dalam kondisi stabil usai dipindahkan ke ruang perawatan sementara tersebut.
"Alhamdullilah setelah kami pindahkan ke ruang tersebut dilakukan skrining ulang dan sampai sekarang tidak ada kegawatan pada pasien yang mengkhawatirkan," ujarnya.
Direktur Utama RSSA Malang dr Mochamad Bachtiar Budianto menambahkan, alur evakuasi pasien anak sudah sesuai prosedur yang disiapkan rumah sakit.
"Tadi memang secara sistem kami sudah memiliki alur bahwa evakuasi untuk pediatri itu di ruang GMT, itu kami lakukan," kata Bachtiar.
Saat ini, kata dia, pasien anak ditempatkan di ruangan dengan fasilitas yang lebih memadai. Yakni di ruangan Grand Paviliun lantai 2. Ia menyebut, kini kondisi pelayanan terhadap pasien anak kini sudah kembali normal seperti sebelum kebakaran terjadi.
"Semuanya sudah kembali normal dan mendapatkan pelayanan seperti sebelum kejadian kebakaran," katanya.
Selain penanganan medis, RSSA turut memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis pasien anak pasca-kejadian kebakaran. Bachtiar menyebut psikiater dan psikolog kini telah diterjunkan untuk melakukan pendampingan..
"Memang benar anak ada perhatian khusus karena berbeda, demikian secara psikologis. Kami sudah mengantisipasi kami skrining ulang termasuk psikis tadi sudah langsung turun ke lapangan ada tim dari psikiater dan psikolog. Nanti akan mendapingi," ujarnya.
Pendampingan psikologis, kata dia, masih akan berlanjut pada hari berikutnya mengingat kemungkinan adanya pasien anak yang mengalami ketakutan pasca-kebakaran.
"Besok masih akan turun ke ruangan, pasti ada yang merasa takut nanti akan dilakukan advokasi dan edukasi," katanya.
Sebelumnya, kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9) sore. Api diketahui membakar dua ruangan di area dapur atau ruang gizi serta laundry room.
Laporan kebakaran diterima Mako Damkar pada pukul 14.57 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit armada, terdiri dari empat unit water supply dan satu unit rescue kajama, dengan kekuatan 20 personel.
Saat petugas Damkar tiba di lokasi, api sudah tersebar di beberapa titik dan plafon ruangan sudah terbakar hingga roboh. Dari informasi internal RSSA, dua ruangan yang terbakar adalah dapur ruang gizi dan laundry room.
Material yang terbakar di antaranya peralatan dapur dan bahan-bahan makanan di ruang gizi, sementara di laundry room terdapat selimut dan seprai yang tergolong mudah terbakar sehingga turut memperbesar potensi api.
Api akhirnya dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 16.30 WIB. Dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut, baik korban luka maupun korban jiwa.
(frd/fra)


