Pemerintah Segera Revitalisasi SD Rusak di NTT yang Dapat Smart TV

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 05:45 WIB
Sejumlah siswa belajar di dalam kelas berupa gubuk di  Sekolah Yayasan Syahid Al-Hidaya Mamuju (YSAM), Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (11/4). Sekolah yang memiliki 128  jumlah siswa tersebut kekurangan bangunan kelas yang permanen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera mendapatkan program revitalisasi. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Tado)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera mendapatkan program revitalisasi.

Pernyataan ini merespon isu di media sosial, di mana SDN Mboeng mendapatkan bantuan berupa Smart TV, namun kondisi bangunan sekolahnya terbilang memprihatinkan.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad mengatakan proses revitalisasi SDN Mboeng akan dilakukan pada tahun ini. Kata dia, pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memastikan kebutuhan perbaikan yang diperlukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat," kata Salim dalam keterangannya, Rabu (9/9).

SDN Mboeng saat ini memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah memiliki 10 tenaga kependidikan.

Namun, kondisi sarana dan prasarana sekolah masih menjadi persoalan. Dari total bangunan yang ada, terdapat lima bangunan permanen dan dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.

Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Menurut Salim, sebagian pembangunan ruang kelas yang digunakan sekolah bahkan berasal dari swadaya masyarakat, khususnya orang tua siswa.

Terkait bantuan Smart TV yang diterima SDN Mboeng, Salim menyebut bahwa bahwa berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), sekolah itu tercatat memiliki sumber listrik.

Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.

"Digitalisasi di sekolah berjalan, perbaikan fisik sekolah juga dilakukan," ucap dia.

Menurut dia, program digitalisasi pendidikan dan revitalisasi sarana-prasarana sekolah tidak harus dipandang sebagai dua kebijakan yang saling bertentangan. Kata dia, keduanya berjalan secara bersamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Salim memastikan perhatian terhadap kondisi SDN Mboeng juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan sekolah-sekolah di daerah mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

Selain SDN Mboeng, Kemendikdasmen mencatat program revitalisasi sekolah di Provinsi NTT memiliki cakupan yang cukup besar. Secara keseluruhan, revitalisasi hingga 2026 menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT.

"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," kata Salim.

Lebih lanjut, Salim menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan sekolah yang aman dan layak bagi seluruh peserta didik. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

"Termasuk pembelajaran yang bermutu, serta akses pendidikan yang merata," ujarnya.

(dis/fra)
placeholder