Ketua Fatwa MUI Jatim Buka Suara Usai Dihina 'Goblok' Bos Sound Horeg

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB
Ketua MUI Jatim, KH Ma'ruf Khozin, menanggapi dengan tenang pernyataan pengusaha sound horeg yang menyebutnya 'goblok'.
Ketua MUI Jatim, KH Ma'ruf Khozin, menanggapi dengan tenang pernyataan pengusaha sound horeg yang menyebutnya 'goblok'. (Foto: Dok. seeklogo.com)
Surabaya, CNN Indonesia --

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin, angkat bicara soal pernyataan salah satu pengusaha sound horeg yang menyebut dirinya maupun MUI dengan sebutan 'goblok' dalam sebuah acara televisi nasional.

Ma'ruf mulanya menjelaskan terdapat dua pengusaha sound horeg yang selama ini berinteraksi dengannya, yakni owner Blizzard Audio yakni David Stefan, dan Setyo Budi Sularso pemilik Aeromax Sound System yang baru ditemuinya belakangan.

Ma'ruf menyebut David sebagai sosok yang kooperatif dan telah beberapa kali berdiskusi langsung dengannya di kantor MUI Jatim terkait fatwa dan pembatasan sound horeg. Sementara itu, sosok yang disebutnya sebagai Budi disebut belum pernah bertemu dengannya sebelum insiden di studio televisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Budi ini tidak pernah berjumpa. Ah, langsung ketemunya di studio. Belum apa-apa langsung ngomong 'goblok' ya. Kalau kita enggak ada masalah," kata Ma'ruf, saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).

Ma'ruf mengaku tidak mempermasalahkan ucapan Budi tersebut. Ia menganalogikan kondisi itu dengan hubungan dokter dan pasien perokok yang kerap mencemooh larangan dari dokter.

"Kalau saya itu sama seperti dokter jantung. Dokter jantung menghadapi pasien perokok. Nah, jadi pasti dokter itu melarang. Nah, karena ini menyenggang kenyamanan perokok dia akan mencemooh, wong barang enak kok dilarang. Kan, sering kita dengar," ucapnya.

Ia juga menyinggung risiko yang dihadapi para ulama saat mengajak kebaikan, sebagaimana yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW.

"Kalau hari ini kita dibilangin goblok, kalau kita mau meneladani Nabi, Nabi itu bukan cuma dibilang goblok. Bahkan Nabi dibilang tukang sihir, tukang santet bahasa sekarang, terus dibilangin macam-macam. Itu memang risiko, risiko kita mengajak orang, kita mengajak baik, menurut mereka itu mengganggu, ya, mengganggu kenyamanan mereka. Jadi kita dituduh goblok, ya sambil lalu aja lah," ucapnya.

Ma'ruf kemudian menjelaskan proses seleksi ketat yang dilalui para kiai sebelum bergabung di Komisi Fatwa MUI, mulai dari latar belakang pendidikan hingga jenjang akademik.

"Ada yang S3, bahkan sudah guru besar. Jadi kalau dimaksud goblok begitu ya gugur dengan sendirinya. Justru kalau kita marah, kita tersinggung, berarti kita goblok. Jadi justru kita enggak marah itu menunjukkan kita enggak tersinggung," kata dia.

Ma'ruf pun menduga pernyataan tersebut muncul lantaran yang bersangkutan belum banyak mengetahui seluk-beluk MUI. Dan hal itu, kata dia, tak perlu terlalu dipermasalahkan.

"Ya, jadi ya mungkin beliau karena belum tahu banyak lah tentang MUI," ucapnya.

(wis/frd/wis)
placeholder