Hadapi Karhutla, Polri Perkuat Teknologi hingga Rekayasa Tata Air

TIM | CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 19:46 WIB
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau langsung Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalteng, Palangka Raya, Jumat (11/9)
Polri memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dengan mengandalkan teknologi deteksi dini, kendaraan khusus, dan peralatan pemadaman. (Foto: Dok Polri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dengan mengandalkan teknologi deteksi dini, kendaraan khusus, peralatan pemadaman, serta rekayasa tata air gambut.

Hal itu disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat mengecek kesiapan personel sekaligus berbagai sarana untuk menjangkau dan memadamkan titik api di pos di Kalteng.

Dalam hal ini, Polri mengerahkan sejumlah kendaraan double cabin, AWC, kendaraan Damkar dan tactical Karhutla, kendaraan Komodo, sepeda motor modifikasi, hingga ATV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemantauan diperkuat drone thermal untuk mendeteksi sumber panas yang sulit terlihat akibat asap atau kondisi medan.

Untuk pemadaman, disiapkan puluhan pompa dan ratusan perlengkapan selang, konektor, fire beater, serta folding water tank.

Polri mendorong penyekatan kanal, pengisian kembali air, pembangunan sumur bor dan embung untuk menjaga muka air gambut.

"Saat ini terdapat 220 sumur bor dan 104 embung yang menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi karhutla di Kalteng," demikian pernyataan Polri dalam rilisnya, Jumat (11/9).

Data terbaru mencatat 107.309 hotspot, 2.819 firespot, dan 9.228,04 hektare lahan terbakar di Kalteng. Konsentrasi kebakaran tertinggi berada di Kotawaringin Timur. Kondisi udara Palangka Raya juga dilaporkan mencapai AQI 3.242 atau kategori sangat berbahaya.

(asa)
placeholder