Pramono Target Stunting Turun 3 Persen di Jakarta dalam 2 Tahun

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 22:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri deklarasi Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Plan Rorotan, Jakarta, Senin (10/8)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengupayakan penurunan stunting dari 17 persen menjadi 14 persen dalam waktu dua tahun. (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengupayakan penurunan stunting dari 17 persen menjadi 14 persen dalam waktu dua tahun.

Hal ini disampaikannya dalam Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan DKI Jakarta 2026 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap Bu Ani dan juga jajaran, hal yang berkaitan dengan stunting yang sekarang average-nya kurang lebih atau rata-ratanya 17 persen dalam dua tahun ke depan kita bisa turunkan sama dengan stunting nasional, yaitu 14 persen," ujar Pramono kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Pramono juga menekankan peran Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dalam upaya penurunan stunting ini.

"Dan untuk itu menjadi tugas Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, terutama yang di Posyandu, karena bagaimanapun stunting ini faktornya relatif sebenarnya kompleks," katanya.

Namun, tak hanya dalam masalah stunting, Posyandu dilihat sebagai lembaga yang dapat menangani kesehatan secara menyeluruh.

"Posyandu itu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak, sekarang sudah menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana hal secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh Posyandu," ujarnya.

Pramono menyebut upaya digitalisasi layanan dilakukan pada Smart Posyandu. Dari sekitar 4.469 total Posyandu di Jakarta, Pramono sebut telah ada 3.148 Smart Posyandu atau sekitar 70 persen.

(mou/fra)
placeholder