Bentrok Dua Desa di Maluku, 27 Rumah Dibakar, 4 Warga Luka

CNN Indonesia
Sabtu, 12 Sep 2026 11:10 WIB
Petugas kebersihan Rutan membersihkan batu dan puing-puing sisa kerusuhan yang berujung pada kaburnya ratusan tahanan di Rutan Sialang Bungkuk Kelas IIB Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/5). Akibat kerusuhan pada Jumat (5/5) lalu, dua fasilitas Rutan dan sej
Foto ilustrasi. ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Jakarta, CNN Indonesia --

Bentrok pecah antara Desa Lesibata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Jumat (11/9) malam. Sekitar 27 rumah dibakar dan empat warga dilaporkan mengalami luka.

Bentrokan dipicu akibat masalah lahan. Lahan milik salah satu warga di bakar di hutan gunung Tanjung sekitar pukul 14:00 WIT.

Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto dan Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal Dody Triwinarto turun langsung ke lokasi untuk melerai bentrokan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka sempat bertemu warga dari dua desa yang bertikai. Kapolda dan Pangdam meminta warga dua desa untuk menyudahi bentrokan dan saling hidup bersaudara.

Dadang meminta pemimpin dari dua desa untuk berperan aktif agar bisa menangkan situasi di desa masing-masing karena penanganan situasi harus mengutamakan keselamatan masyarakat dan mencegah munculnya persoalan baru.

"Yang terpenting adalah masing-masing raja dapat menenangkan situasi di desa masing-masing dan bekerja bersama-sama," kata Dadang saat pertemuan bersama pemerintah daerah dan pimpinan kedua desa di Kantor Camat Taniwel, Jumat (11/9) malam.

Kapolda juga meminta warga dari dua desa untuk menahan diri dan tidak terpancing dan tidak terprovokasi dengan hoaks.

"Kita harus benar-benar meyakinkan saudara-saudara kita agar menyampaikan dengan benar kepada masyarakat dan selalu berhati-hati adanya provokasi karena ada oknum-oknum yang tidak menginginkan wilayah kita aman,"ucapnya.

Dadang juga berjanji terkait secepatnya melakukan proses pemulihan terhadap masyarakat karena saat ini sangat dibutuhkan masyarakat yang menjadi korban bentrok.

"Saya minta secepatnya menyampaikan kepada masyarakat dan Bapak Wakil Bupati agar dapat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan,"imbuh dia.

Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meminta warga untuk kembali hidup rukun karena hidup rukun merupakan simbol orang Maluku. Ia juga berjanji akan membantu warga yang terdampak akibat rumah dibakar karena pentingnya gotong royong.

"Saya menekankan pentingnya gotong royong dalam membantu warga yang rumahnya terdampak,"ujarnya.

Sebanyak 29 anggota polisi Polres Seram Bagian Barat bersenjata lengkap dikerahkan ke lokasi bentrok. Mereka berjaga-jaga di wilayah perbatasan agar mencegah terjadi bentrokan susulan.

(sai/sur)
placeholder