Jadi Tuan Rumah, Gubernur Jateng Sambut Gelaran MTQ Nasional 2026

Pemprov Jateng | CNN Indonesia
Sabtu, 12 Sep 2026 14:56 WIB
(Foto: dok Pemprov Jateng)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jawa Tengah (Jateng) resmi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat (11/9) malam.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kesempatan ini. Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jateng pada tahun 1979, atau 47 tahun silam.

Luthfi menyebut, MTQ Nasional 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi Jateng. Berdasarkan laporan, hampir 7.831 tamu masuk ke Jateng, mendorong peningkatan okupansi hotel dan rental kendaraan.

"Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," kata Luthfi.

Dari ribuan tamu itu, termasuk perwakilan kafilah dari 37 provinsi, serta sejumlah kepala daerah.

"Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan," ujar Luthfi.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar menilai bahwa MTQ Nasional 2026 merupakan pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, sejalan dengannilai-nilai Al-Qur'an yang menghadirkan kegembiraan dan persaudaraan.

"MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia," kata Nasaruddin.

MTQ sendiri disebut bertumbuh melalui proses pembinaan yang berjenjang dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.

Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari daftar panjang daerah yang ingin menjadi tuan rumah. Menurut Nasaruddin, hal itu mendorong keputusan penyelenggaraan MTQ Nasional dilakukan setiap tahun agar kesempatan bagi daerah semakin terbuka.

Menurutnya, Indonesia juga menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional. Pelaksanaan MTQ di Indonesia memiliki skala besar dengan keterlibatan peserta, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.

Ia pun mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta jajaran panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Nasaruddin mengaku, kemeriahan di Jateng terlihat sejak peluncuran logo MTQ. Antusiasme masyarakat dinilai semakin besar jelang pembukaan.

Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan, MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta yang akan bertanding pada delapan cabang dan 24 golongan. Penilaian didukung 155 dewan hakim yang bertugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Seluruh cabang musabaqah dilaksanakan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Semarang. Selain sebagai kompetisi, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk merekatkan silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.

"Para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari cabang tilawah hingga tafsir Alqur'an dalam tiga bahasa, serta hafalan 1 juz sampai 30 juz. Tahun ini pertama kalinya kita adakan eksibisi untuk cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara," pungkas Muchlis.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK