Puluhan Petugas Pemadam Karhutla Bromo Keluhkan Pusing dan Batuk

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 07:52 WIB
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Dalam penanganan kebakaran tersebut, BB TNBTS dibantu 102 petugas dari berbagai unsur, yakn
Sekitar 50 personel pemadam kebakaran di Gunung Bromo mengalami gangguan kesehatan akibat asap. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sebanyak sekitar 50 personel gabungan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo sisi Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami gangguan kesehatan berupa batuk hingga pusing akibat paparan asap dan kelelahan selama proses pemadaman.

Kepolisian Resor (Polres) Malang pun mengirimkan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh petugas gabungan yang bertugas di lokasi kebakaran.

Kepala Seksi Dokkes Polres Malang Penata I dr Anita Rahmawati mengatakan, beberapa personel tim gabungan mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami hari ini memeriksa kondisi kesehatan anggota yang menangani kebakaran di sini, mulai tekanan darah sampai menanyakan kondisi badan bagaimana, dari itu situ ada yang mengeluh batuk dan ada yang pusing," kata dr Anita, Minggu (13/9).

Terkait keluhan batuk yang dialami sejumlah petugas, ia menjelaskan hal itu dapat disebabkan oleh paparan asap kebakaran yang bercampur dengan kondisi udara kering akibat musim kemarau di kawasan Bromo. Kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan turut memicu munculnya keluhan tersebut.

"Kalau yang pusing karena memang asap ini kan membuat kualitas udara menjadi kurang bagus sehingga aliran oksigen ke otak berkurang, banyak yang pusing tadi terus tensi darah ada yang tinggi mungkin karena kurang istirahat," ujar dia.

Meski demikian, Anita memastikan dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan petugas yang terindikasi mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain memeriksa kondisi umum petugas, tim Dokkes juga sempat merawat salah satu anggota personel gabungan yang mengalami luka bakar pada bagian kaki kiri. Anita memastikan luka bakar tersebut masih dalam kategori ringan dan telah mendapatkan pengobatan.

Tim Dokkes Polres Malang juga memberikan alat pelindung diri berupa masker dan suplemen vitamin kepada para petugas guna mempercepat proses pemulihan sekaligus mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan seluruh personel gabungan.

Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan serupa akan terus dilakukan ke depan dengan berkolaborasi bersama petugas dari puskesmas setempat, dan nantinya akan dibentuk sistem piket terkait layanan pemeriksaan kesehatan bagi petugas pemadaman karhutla.

(frd/isn)
placeholder