Pencarian Kapal Jurnalis Hilang Kontak Dilakukan hingga ke Bengkulu

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 10:43 WIB
Sejumlah personel Basarnas menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten bertolak untuk mencari jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026). Memasuki hari ketujuh operasi SAR, Tim SAR Gabungan kemba
Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda diperluas hingga wilayah Bengkulu. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Pandeglang, CNN Indonesia --

Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda diperluas hingga wilayah Bengkulu.

Keterlibatan Basarnas Bengkulu berdasarkan perkiraan para korban terbawa arus hingga ke Pulau Sumatera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk mengcover wilayah kantor SAR Bengkulu. Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah di cover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu," ujar Kasie Ops Basarnas Banten, Riski Dwiyanto, Selasa, (15/9).

Pencarian pada hari kedelapan mencakup luas wilayah sekitar 3,9 ribu nautical mil (NM).

Melibatkan KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pahawang, KAL Anyer, RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, RBB Pecang, kemudian KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.

"Untuk jumlah unsur ataupun personel yang terlibat, kalau kita jumlahkan itu kurang lebih di 647 orang yang terlibat pada pelaksanaan operasi SAR hari ke delapan," ujar Riski.

Riski mengatakan prediksi cuaca cerah berawan dengan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter kearah Timur Laut pada pencarian hari ini.

"Kemudian angin dengan kecepatan 5 sampai 20 knot, ya bergerak dari tenggara ke arah selatan," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Bengkulu melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA jenazah tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Langkah ini sudah disampaikan ke Polda Lampung terkait kemungkinan keterkaitan penemuan jenazah itu dan rombongan jurnalis foto yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September lalu.

(ynd/fra)
placeholder