Polisi Akan Periksa WN Malaysia Aisar Khaled soal Dugaan Penipuan
Polda Metro Jaya akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap influencer asal Malaysia, Aisar Khaled terkait laporan dugaan penipuan.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami laporan terhadap Aisar tersebut.
"Laporan itu sudah diterima di Polda. Tentunya nanti dari tim penyelidiknya menyusun dulu administrasi penyelidikan, kemudian nanti juga akan ada pemeriksaan ke sejumlah saksi yang diajukan," kata Onkoseno kepada wartawan, Selasa (15/9).
Onkoseno menyebut pemeriksaan terhadap Aisar akan dilakukan setelah penyidik meminta keterangan dari pihak pelapor serta para saksi.
"Ya, tentunya itu tadi agenda-agenda pemeriksaan ke saksi-saksi, tentunya ada (pemeriksaan terlapor), nanti akan dijadwalkan oleh penyidik," ucap dia.
Sebelumnya, influencer asal Malaysia, Aisar Khaled dilaporkan oleh sebuah perusahaan agensi di Indonesia ke Polda Metro Jaya pada Senin (14/9).
"Benar dilaporkan Senin kemarin terkait dugaan perbuatan curang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Selasa (15/9).
Dalam laporan itu, Aisar dilaporkan terkait dugaan tindak pidana penipuan atau perbuatan curang sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP dan atau Pasal 486 KUHP dan atau Pasal 607 KUHP.
Kuasa hukum pelapor, Michael Sugijanto menerangkan persoalan tersebut berawal dari perjanjian investasi yang dibuat antara kliennya dan Aisar pada Februari 2026.
Michael mengklaim dalam perjanjian itu, masih ada kewajiban yang belum diselesaikan Aisar dengan nilai sekitar Rp5,7 miliar. Dalam kesepakatan tersebut, Aisar disebut berjanji melakukan pekerjaan secara live dengan menghadiri sejumlah event sebagai bagian dari penyelesaian kewajibannya.
"Aisar dan klien kami itu sudah menandatangani perjanjian investasi. Di perjanjian tersebut, sisa yang belum dibayarkan oleh Aisar sekitar 5,7 miliar, Aisar berjanji kepada klien kami untuk membayar ataupun melakukan pekerjaannya secara live, melalui datang ke event," tutur dia.
"Tapi sampai saat ini, kami sudah somasi, sudah melakukan, apa ya, menghubungi, menghubungi secara baik-baik dengan iktikad baik, mengajak berdiskusi, namun tidak ada tanggapan," sambungnya.
(dis/isn)