JK Sorot Kebakaran Imbas Listrik di Jakarta: Lebih Bahaya dari Banjir

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 01:30 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyampaikan keterangan saat pertemuan dengan para pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam upaya me
JK soroti kasus kebakaran karena listrik di Jakarta. ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla (JK) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ajak warga menegakkan disiplin listrik untuk cegah kebakaran. JK menilai ancaman kebakaran di Jakarta lebih bahaya dari banjir.

"Kita sudah sepakat dengan Pak Gubernur untuk mengerahkan pemadam kebakaran, Satpol PP, mahasiswa elektronik di seluruh Jakarta dan PLN untuk menggerakkan disiplin listrik," ujar JK dalam peresmian gedung baru PMI di Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

JK mengungkapkan sebanyak 90 persen kebakaran di Jakarta terjadi karena listrik. Menurutnya, masalah kebakaran imbas listrik ini muncul dari keteledoran manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"90 persen kebakaran di Jakarta itu karena listrik. Kenapa itu terjadi? Keteledoran. Keteledoran orang. Langganannya 300 atau 400 dipakai 500, 600. Berkelebihan. Akhirnya panas, akhirnya terbakar," jelasnya.

Masalah kebakaran ini pun ia sorot karena dampaknya yang disebut lebih bahaya dibandingkan banjir. Apalagi, kebakaran di Jakarta hampir seluruhnya terjadi di perkampungan.

"Karena kalau banjir, rumah masih ada, pakaian masih ada, cuma kotor. Tapi kalau kebakaran, habis semuanya. Habis semuanya kalau kebakaran. Jadi lebih bahaya kebakaran dari banjir sebenarnya," terangnya.

Oleh karena itu, JK mengusulkan pembelajaran dan kedisiplinan sebagai upaya pencegahan kebakaran dengan penyebab listrik ini.

"Kalau disiplin listrik, 50 persen kebakaran bisa turun. 50 persen kebakaran bisa turun karena 90 persen karena listrik, korsleting. Korsleting karena salah pasang atau berlebihan. Itu aja rumusnya," usul JK.

JK juga mengungkapkan bahwa kebakaran merupakan bencana yang disebabkan oleh manusia.

"Kalau bencana karena manusia, kayak perang, konflik, dan kebakaran, Pak Gubernur. Itu karena manusia," ujar JK.

Menurut JK, bencana terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu alam, manusia, serta manusia dan alam. Selain mencontohkan bencana yang disebabkan oleh manusia, ia juga memberikan contoh untuk jenis bencana lainnya.

"Bencana alam gempa, gunung meletus, dan tsunami itu karena alam," katanya.

"Banjir karena alam dan manusia. Alam dan manusia. Karena itulah, dan juga kebakaran alam manusia," ungkap JK.

JK melihat bahwa dampak kebakaran mampu menghabiskan semuanya. Ia pun memberikan perbandingan dampak kebakaran dengan banjir.

"Kalau kebakaran, habis semuanya. Habis semuanya kalau kebakaran. Jadi lebih bahaya kebakaran dari banjir sebenarnya. Kebakaran menghabiskan seluruhnya," ucapnya.

Terkait dengan bencana-bencana ini, ia menyampaikan ajakan untuk tak hanya berfokus pada bantuan kemanusiaan bagi yang telah tertimpa bencana. Justru, menurutnya, perlu ada tindakan untuk mencegah bencana sebelum terjadi.

(mou/dal)
placeholder