Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi.
Berdasar data per Rabu (16/9), Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni mencapai lebih dari 531 hektare.
"Untuk Sumatra Selatan, per kemarin ada luas lahan terbakar itu 531 hektar lebih dengan jumlah titik api sebesar 24," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari luasan tersebut, sebanyak 240 hektare telah berhasil dipadamkan.
Berton mengatakan kondisi cuaca di Sumatera Selatan tidak memungkinkan dilakukannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Dan kondisi cuaca tidak memungkinkan adanya OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan pertumbuhan awan juga tidak ditemukan. Visibilitas di bawah 4 km dan penerbangan relatif normal," katanya.
Selain Sumatera Selatan, BNPB mencatat karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau.
Di Kalimantan Barat, terdapat tujuh titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 122,9 hektare. Sebanyak 65,6 hektare lebih telah berhasil dipadamkan, sementara sekitar 57,3 hektare belum.
Ia mengatakan bantuan helikopter dari Jepang sudah mulai ikut dalam penanganan karhutla.
"Sedangkan bantuan helikopter dari Jepang, yaitu Chinook yang ada 3, kemarin sudah dilakukan beroperasi 1 sorti. Ini karena memang jarak pandang yang relatif kecil. Nah ini keterangan untuk tanggal 16 kemarin, 1 Chinook sudah bekerja 1 sorti. Sedangkan yang lainnya test flight dan maintenance flight," katanya.
Lalu Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar mencapai lebih dari 218 hektare dengan 94 titik api. Dari jumlah tersebut, 108,7 hektare telah berhasil dipadamkan dan sekitar 110 hektare masih tersisa.
Sementara di Kalimantan Selatan, BNPB menemukan 36 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 131 hektare. Sebanyak 96,8 hektare telah berhasil dipadamkan.
Untuk Jambi, terdapat 39 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 106 hektare. Sebanyak 65 hektare telah berhasil dipadamkan, sehingga masih tersisa sekitar 41,5 hektare.
Sedangkan di Riau, luas lahan terbakar tercatat lebih dari 53 hektare dengan 21 titik api.
"Berhasil dipadamkan lebih dari 29 hektar, dan yang belum berhasil dipadamkan 23,8 hektar. Kondisi cuaca juga di sana sangat kering, sehingga OMC tidak dimungkinkan untuk kita laksanakan karena pertumbuhan awan tidak ada di Riau," ujarnya.


