Pemprov Jateng Lindungi Petani Lewat Program JTAB Petani Gajian

Pemprov Jateng | CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 13:41 WIB
Pemprov Jateng
(Foto: dok Pemprov Jateng)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program JTAB Petani Gajian guna melindungi kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas panen dan harga komoditas.

Lewat program ini, PT JTAB akan memberikan modal kepada petani dengan kompensasi hasil panen yang dijual seluruhnya kepada PT JTAB.

Harga jualnya pun dipastikan sesuai dengan standar pemerintah. Nantinya, hasil penjualan dipotong untuk modal produksi dan gaji selama masa tanam yang diberikan oleh PT JTAB. Jika kemudian ada sisa hasil penjualannya, maka akan dikembalikan kepada petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menilai, konsep dan pelaksanaan Program JTAB Petani Gajian secara konsep dan pelaksanaan sudah bagus.

Dalam audiensi dengan Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, Luthfi menyampaikan harap agar program ini dapat diperluas, khususnya karena Jateng memiliki sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian.

"Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini. Kalau bisa tercover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani," kata Luthfi di Semarang, Kamis (17/9).

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, mengatakan bahwa per September 2026, sudah ada sekitar 80 petani dengan luas lahan sekitar 200-an hektare yang mengikuti program JTAB Petani Gajian.

Petani yang terlibat tidak hanya mereka yang memiliki lahan, tetapi juga petani penggarap. Meliputi komoditas padi, bawang merah, dan jagung. Petani tersebut berada di Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, Semarang, dan daerah lain di Jawa Tengah.

"Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita memberikan kepastian hasil kepada kepada petani, bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami kasih penghasilan (gaji) sesuai UMK per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker (pembeli) hasil panen," kata Totok.

Terkait permodalan dan gaji petani, PT JTAB pun menggandeng PT BPR BKK, serta Jamkrida untuk kredit petani dan Jasindo untuk asuransi gagal panen. JTAB menargetkan sekitar seribuan petani akan terakomodir melalui program tersebut.

"Harapan kami dengan adanya kejelasan dan masa depan yang bagus, nanti akan membuat petani-petani muda kita mau terjun ke sawah. Dari awal kita sudah ada kesepakatan harga beli hasil panen," tuturnya.

Manfaat Program JTAB Petani Gajian pun diakui oleh para petani. Salah satunya, Ruswanto dari Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, melalui program itu kini ia tak kesulitan mencari modal karena sudah dibantu sejak awal pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, sampai panen.

"Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya," pungkas Ruswanto.

(rea/rir)
placeholder