DPR Minta Audit Kondisi Pengungsian Gempa NTT Usai 94 Warga Tewas

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 21:45 WIB
Ilustrasi. Kerabat mendoakan salah satu korban gempa Flores, Nusa Tenggara TImur, 19 Agustus 2026. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di RSUD Maumere. (AFP/ARNOLD WELIANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

DPR RI mendorong audit terhadap kondisi pengungsian bagi korban usai 94 orang meninggal dunia selama masa pemulihan pascagempa besar Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pertengahan Agustus lalu.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris mengaku prihatin, sebab data itu menunjukkan jumlah korban meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban yang terdampak langsung gempa, yakni sebanyak 48 yang tewas.

Dengan tambahan 94 korban yang tewas di pengungsian, maka korban jiwa terkait gempa NTT totalnya ada 142 orang.

"Artinya lebih banyak korban gempa yang meninggal di pengungsian dibandingkan yang meninggal akibat dari gempa itu sendiri, sehingga harus ada audit ya terkait dengan kondisi di tempat pengungsian itu," kata Charles di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).

Kata Charles, audit harus memastikan kondisi riil di lapangan, terutama terkait pelayanan kesehatan. Dia meyakini ada yang tidak beres jika jumlah korban meninggal lebih banyak di pengungsian dibanding gempa.

"Berarti sepertinya permasalahannya ada di pengelolaan pengungsian yang kurang baik ya, kurang ideal," katanya.

Politikus PDIP itu juga mendorong koordinasi lintas sektor, mulai pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian dalam Negeri, dan BNPB untuk menginventarisir masalah di lapangan.

Menurut dia, pemerintah harus memastikan jumlah korban tak bertambah lagi.

"Sehingga korban pengungsian yang mengungsi bisa ditangani dengan baik ya, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sehingga tidak ada lagi kasus-kasus kematian seperti yang terjadi di NTT," kata dia.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada 94 pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di pengungsian.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring pada Selasa (15/9) lalu.

"Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang," kata Berton seperti dikutip dari Youtube BNPB pada Kamis (17/9).

(thr/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK