Prabowo Teriak 'Free Palestine', Dapat Keffiyeh dari Dubes Palestina
Presiden RI Prabowo Subianto meneriakkan "Free Palestine!" sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina saat memberikan sambutan dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9) siang.
Momen tersebut terjadi di tengah-tengah sesi penyambutan tamu undangan ketika Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir.
Saat menyebut Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, suasana langsung bergemuruh saat kepala negara itu meneriakkan "Free Palestine!" sebagai seruan solidaritas sebanyak tiga kali berturut-turut.
Teriakan Prabowo langsung disambut seruan "Free!" secara kompak oleh para peserta yang hadir.
"Duta Besar Palestina," ucap Prabowo mengawali sapaannya.
"Free Palestine!" seru Prabowo.
"Free!" jawab para peserta.
Suasana di sana semakin sarat makna emosional ketika Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari maju menghampiri dan memberikan kain keffiyah khas Palestina langsung ke pundak Presiden Prabowo di atas panggung. Aksi tersebut pun disambut riuh tepuk tangan meriah dari para peserta yang hadir.
Prabowo kemudian berbicara mengenai kehidupan masyarakat Palestina di Gaza yang terus ditindas zionis Israel.
"Saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus menerus dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," ucap Prabowo.
Prabowo kemudian mengingatkan bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat. Dengan begitu, maka Indonesia bisa membantu negara tertindas seperti Palestina.
"Gampang untuk bicara dengan hebat, tapi sulit untuk kita lihat kekurangan kita. Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, ulama-ulama, untuk bisa membangun keberanian, untuk belajar dari kelemahan kita sendiri, dari kekurangan kita sendiri."
"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu kenyataan yang pahit. Kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita dijajah lagi oleh siapapun. Kita harus kuat, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara kita yang ditindas. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu," ujar Prabowo menambahkan.
(flh/har)