KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September
Kapal Induk dari Italia ITS Giuseppe Garibaldi sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk yang didapat dari Italia itu akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima pekan depan, Kamis (24/9).
"Kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 September. Kemungkinan di tanggal yang sama akan ada pergantian bendera dari bendera Italia menjadi bendera Indonesia," kata Ali saat ditemui usai meninjau kapal induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, dikutip dari Antara.
Dia melanjutkan proses serah terima kapal tersebut akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok dan disaksikan para pejabat tinggi TNI dan negara.
Walau belum resmi diserahkan kepada pihak Indonesia, Ali mengatakan calon kapal induk pertama Indonesia itu akan tetap berada di nusantara untuk diperbaiki dari segi pembenahan fisik dan perbaikan mesin.
Hal itu dilakukan agar kapal tersebut bisa sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL yang lebih condong pada operasi militer selain perang (OMSP).
Kapal induk Giuseppe Garibaldi telah sampai di Dermaga 107 pada Jumat pagi pukul 07.58 WIB.
Kapal ini berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal oleh kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan selama perjalanan, kapal induk itu singgah di beberapa negara, salah satunya di Sri Lanka.
Setelah dari Sri Lanka, barulah kapal induk pertama RI itu masuk ke wilayah perairan Indonesia melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Saat masuk ke wilayah Indonesia, kapal induk tersebut juga langsung dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Sementara itu, ketika tiba belabuh di dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, kapal itudisambut tabuh gendang dari tim marching band TNI yang sudah memainkan beberapa lagi, salah satunya lagu khas Betawi, "Si Jali Jali".
Kapal perang dengan panjang 180 meter dan lebar 33 meter tersebut, diperoleh Indonesia bukan melalui pembelian tetapi dari hibah Pemerintah Italia.
Proses negosiasi untuk mendapatkan kapal ini berlangsung selama lebih dari satu tahun dan sempat mengalami perubahan skema dari rencana akuisisi berbayar menjadi transfer secara cuma-cuma.
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi telah berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Karhutla
Dalam peninjauan kemari, Ali memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang saat ini baru sampai di Jakarta siap dioperasikan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sesuai dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto.
"Pokoknya apabila dibutuhkan kita akan bisa gunakan untuk kepentingan tadi ya OMSP itu (penanganan karhutla) kan juga termasuk OMSP." kata Ali saat jumpa pers di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Namun demikian, kapal tersebut tidak bisa langsung dikerahkan ke Kalimantan dalam waktu dekat.
Dia mengatakan kapal harus menjalani proses serah terima terlebih dahulu dari pihak Italia ke Indonesia pada 24 September 2026 mendatang.
Selain itu, kapal juga harus menjalani retrofit atau modernisasi untuk menyesuaikan teknologi kapal dengan kebutuhan doktrin operasi TNI AL.
"Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu," jelas Ali.
Sebelumnya, Prabowo dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana di Jakarta, Senin (7/9), mengatakan Giuseppe Garibaldi akan dimodifikasi untuk mendukung pengoperasian helikopter dan pesawat nirawak (drone).
"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo.
(antara/kid)