Golkar: Nusron Wahid Sudah Lama Mundur dari Pengurus Partai

CNN Indonesia
Minggu, 20 Sep 2026 13:00 WIB
Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Golkar, Nusron Wahid saat penyerahan SK kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada Serentak 2018 diantaranya 17 Pilgub, 115 Pilkada Kabupaten, dan 39 Pikada Kota. CNN Indonesia/Adhi Wicaks
Sekjen Golkar Sarmuji menyatakan Nusron Wahid mundur dari kepengurusan lebih dari enam bulan lalu. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan Nusron Wahid sudah mundur dari kepengurusan Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.

Ia menyebut pengunduran diri itu disampaikan Nusron langsung kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

"Ya mundur. Pak Nusron menyampaikan langsung ke Ketua Umum. Seingat saya lebih enam bulan lalu," kata Sarmuji saat dihubungi, Minggu (20/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji tidak menjelaskan alasan Nusron mundur. Namun, ia mengatakan Nusron masih berstatus kader Golkar.

"Mundur sebagai pengurus DPP Golkar," ujarnya.

Dalam kepengurusan Golkar 2024-2029, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Nama Nusron belakangan disebut-sebut dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dalam kasus itu, ada empat orang tersangka yang disebut orang kepercayaan Nusron.

Nusron Wahid sudah angkat suara merespons penegakan hukum yang dilakukan KPK.

Ia mengaku menghormati proses yang sedang berjalan dan akan kooperatif untuk membantu lembaga antirasuah mengungkap secara terang kasus di kementeriannya.

"Pertama kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan ikuti, dan kami akan membantu proses yang ada di sini," kata Nusron di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (18/9).

Ia berharap kasus yang menjerat bawahannya akan membuat proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR/BPN.

(yoa/isn)
placeholder