Pangdam Cendrawasih Pastikan 4 Korban Penembakan KKB Bukan Intel TNI
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat orang yang menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) merupakan warga sipil. Hal itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut para korban sebagai anggota intelijen.
Febriel menjelaskan tiga dari empat korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sementara satu korban lainnya bernama Aris Sanda, yang berprofesi sebagai sopir lajuran.
Ia menegaskan tidak ada satu pun dari keempat korban yang merupakan anggota TNI maupun intelijen TNI.
"Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil," kata Febriel di Jayapura, Minggu (20/9).
Febriel juga menyampaikan duka cita atas insiden yang menimpa warga tersebut. TNI-Polri juga akan terus melakukan pengejaran terhadap pihak yang terlibat dalam penembakan.
Menurut Febriel, aksi penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan KKB di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius TNI. Sejumlah langkah disiapkan, termasuk kesiapan personel dan persenjataan guna mengantisipasi berbagai aksi yang dilakukan kelompok tersebut.
Untuk penanganan situasi di Jayawijaya, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi telah menuju Wamena. Kedatangannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
"Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua," kata Febriel.
Febriel mengatakan rangkaian penembakan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan semakin memperkuat komitmen TNI-Polri untuk mengeliminir kekuatan KKB.
"Langkah yang diambil TNI-Polri akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar dapat terlaksana," ujarnya.