Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca hingga 22 September

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 05:00 WIB
Petugas memasukkan bahan semai ke dalam pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), da
BPBD DKI Jakarta mengungkap operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta akan dilaksanakan hingga 22 September. OMC dilakukan sejak Jumat lalu. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

BPBD DKI Jakarta mengungkap operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta akan dilaksanakan hingga 22 September mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan OMC sudah dilakukan sejak 18 September lalu.

"OMC kami laksanakan dari tanggal 18 sampai 22 September 2026," kata Marulitua dikutip dari detik.com, Minggu (20/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marulitua mengatakan OMC dilakukan setelah adanya perkiraan dari BMKG soal adanya potensi awan. Menurutnya, OMC yang telah dilakukan berdampak pada turunnya hujan di berbagai wilayah Jabodetabek.

"OMC berdampak pada turunnya hujan di beberapa wilayah Jakarta dengan intensitas curah hujan yang bervariasi. OMC yang dilakukan berhasil meningkatkan curah hujan dari prediksi ringan-sedang menjadi sedang-lebat, dengan cakupan area yang turun hujan bisa menjadi lebih luas,"

Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan pada Jumat kemarin. Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto mengatakan hujan terjadi karena adanya modifikasi cuaca.

"Jadi selama tiga hari, 18-20 (September) itu ada program modifikasi cuaca oleh BMKG, yang pertama itu untuk wilayah DKI Jakarta. Kalau untuk yang satu lagi Jawa Barat itu basecamp di Husein Sastranegara, kalau di Jakarta itu basecamp di Pondok Cabe," kata Guswanto.

Guswanto mengatakan modifikasi cuaca dilakukan karena ada dinamika atmosfer kelvin yang sedang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Modifikasi cuaca ini berhasil menciptakan hujan di sejumlah wilayah.

"Karena pada saat yang sama juga ada dinamika atmosfer kelvin itu sedang melintas di wilayah kita," kata dia.

(yoa/pta)