Nusron Wahid Kesal Ditanya Kasus ATR/BPN: Aku Mau Pulang

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 13:54 WIB
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kesal saat ditanya wartawan tentang evaluasi lembaganya pasca dugaan suap HGB PT Summarecon.
Nusron Wahid hadir di DPR usai ramai kasus OTT KPK. CNN Indonesia/ Putri Kunaefi
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid mengungkap kekesalannya saat dicecar wartawan soal evaluasi di lembaga yang ia pimpin usai kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon.

Nusron hadir dalam rapat pleno persetujuan RUU Pengaturan Reforma Agraria di Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk dibawa ke Paripurna DPR, Senin (21/9).

"Ini kan aku mau pulang. Caranya enggak begini, caranya enggak begini," kata Nusron sambil meminta jalan kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia enggan berbicara lebih jauh soal proses hukum KPK terkait kasus di ATR/BPN. Nusron bilang pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

"Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada," ujar Nusron.

Kehadiran Nusron di DPR menjadi yang perdana usai dua kali absen sejak namanya sempat mencuat dalam kasus tersebut.

KPK sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Mereka ialah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung; politikus Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq; mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto; Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi.

Empat tersangka lainnya yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri, serta Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlevi.

Arif, Fahd, Erwin, dan Muhammad Fakhry disebut KPK sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Para tersangka sudah ditahan untuk 20 hari pertama sejak 15 September sampai dengan 4 Oktober 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Dalam operasi senyap di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9), KPK menangkap tangan 19 orang dengan menemukan barang bukti berupa uang sejumlah Rp106,3 miliar.

Uang tersebut ditemukan di rumah Arif Sugiyanto (mantan Bupati Kebumen yang menjadi orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid) dalam beberapa koper berwarna merah dengan pecahan rupiah dan valuta asing (valas), yakni: yakni: Rp31,86 miliar, US$2.611.500, Sin$1.974.500, SAR910 (Riyal Arab

Kemudian uang tunai di rumah Rizal Pahlevi (swasta) sejumlah Rp896 juta; uang tunai di rumah Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Zimamun Ni'am Aulawi sejumlah Rp8 juta; dan uang tunai di rumah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung, sejumlah Rp49,5 juta.

(thr/dal)
placeholder