HARI TANI 2026

Cerita dari Kurang 1 Persen Lahan Sawah Tersisa di Metropolitan DKI

Yogi Anugrah | CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 10:45 WIB
Berdasarkan data Dinas KPKP DKI, lahan sawah di Jakarta luasnya tinggal kurang dari 1 persen dari total luas wilayah ibu kota negara RI itu.
Petani memeriksa padi di areal persawahan Rorotan, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Penyusutan lahan sawah yang diutarakan Sirojudin pada halaman artikel ini sebelumnya sejalan dengan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan luas baku sawah (LBS) DKI Jakarta pada tahun 2024 seluas 360 hektare tahun 2025menyusut menjadi 321 hektare.

"Saat ini luas sawah kembali menyusut menjadi 297 hektare," kata Hasudungan merespons pertanyaan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu padabulan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan alih fungsi lahan pertanian di DKI Jakarta disebabkan beberapa faktor seperti pembangunan pemukiman dan komersial, pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Menurutnya, nilai ekonomi lahan di sektor properti yang jauh lebih tinggi dibandingkan hasil usaha tani juga menjadi salah satu faktor.

"Serta lahan sawah yang tersisa terkendala untuk secara optimal diolah karena ketersediaan air irigasi yang terbatas, polusi limbah domestik dan kekurangan tenaga kerja pertanian atau sumber daya manusia (SDM) pertanian," kata Hasudungan.

Produksi beras di DKI

Dengan lahan yang semakin terbatas, produksi beras Jakarta juga sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pangan ibu kota. Dinas KPKP mencatat beras DKI Jakarta mencapai sekitar 2.420 ton per hari atau sekitar 871.200 ton per tahun.

"Sedangkan produksi beras per tahun yang duhasilkan sebesar 1.514 ton per tahun atau hanya memenuhi sekitar 0,017 persen," kata Hasudungan.

Terpisah, Sirojudin mengatakan di Rorotan, setelah panen, gabah umumnya langsung dijual kepada bandar karena para petani tidak memiliki gudang atau lumbung untuk menyimpan hasil panen. Biasanya, kata dia, gabah dibawa para bandar keluar wilayah Jakarta untuk diproses menjadi beras.

"Bandar di sini rata-rata ada dari Bekasi. Ada juga Karawang. Gabahnya diolah di sana, dijemur di sana, jadi beras di sana, nanti beras ada yang balik lagi ke sini.Ke toko-toko, ada yang balik ke Kranji, ke mana aja dah, yang punya langganan di mana gitu, ada yang ke Cakung," ujarnya.

Selain itu, Sirojudin menyayangkan perubahan fungsi lahan di Rorotan telah menghilangkan lahan yang selama ini masih produktif.

"Di sini subur semua. Para pemangku kebijakan kalau mau lakukan sesuatu harusnya dipanggil orang yang ahli berpikir. Jangan mentang-mentang saat ada Covid tanah subur diurug buat makam, kenapa lahan subur yang diurug?" ujarnya.

Ia juga mencontohkan belum lama ini, hasil ubinan di lahan yang digarap para petani bahkan mencapai sekitar 8 ton per hektare. Angka tersebut lebih tinggi dibanding hasil panen yang biasanya berada di kisaran 4-5 ton per hektare.

Ubinan lahan padi adalah metode penghitungan sampel untuk memperkirakan jumlah hasil panen padi sebelum proses panen raya dilakukan.

"Harusnya pemerintah dilihat juga sisi pertaniannya. Kan ini juga manfaatnya banyak, untuk serapan . Buat paru-paru kota. Banyaklah, ketika banjir di sini enggak banjir karena memang buangannya masih sawah," katanya.

Petani mengangkat padi yang dipanen di areal persawahan Rorotan, Jakarta Utara. (CNNIndonesia/Adi ibrahim)Petani kota berisitirahat di saung sawah di Rorotan, Jakarta Utara. Luas lahan pertanian, terutama sawah, di mettropolitan DKI semakin susut. (CNNIndonesia/Adi ibrahim) 

Lahan abadi pertanian

Berdasar data dari Dinas KPKP DKI Jakarta, total kelompok tani di Jakarta sebanyak 563 kelompok budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Sedangkan jumlah kelompok tani tanaman padi sebanyak 14 kelompok tani. Salah satunya kelompok tani yang dipimpin Sirojudin.

Bicara soal harapan, Sirojudin ingin lahan pertanian yang tinggal sedikit di Jakarta tidak mudah dialihfungsikan. Ia khawatir generasi mendatang tidak akan melihat sawah di Jakarta.

"Mungkin nanti di cucu saya udah enggak ada kali ya. Namanya penguasa kan bisa apa aja. Punya proyek kan gitu, nah di Rorotan nih yang lega," kata dia. "Sangat khawatir, emang udah terancam. Makanya petani itu ya tinggal melongo doang," kata dia.

Sirojudin berharap lahan yang ada di Rorotan ditetapkan menjadi lahan "abadi" pertanian atau Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).

Sejatinya, Undang-Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan salah satunya mengatur Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilindungi dan dilarang dialihfungsikan.

"Ini udah tinggal dikit ini di Rorotan, kalau bisa jadi lahan abadi. Ini udah terancam lagi," kata Sirojudin.

Sementara itu, Hasudungan mengatakan selama ini Pemprov rutin memberi bantuan kepada para petani berupa sarana produksi pertanian (saprodi) seperti bantuan benih/bibit, pupuk subsidi, alsintan dan bimbingan teknis budidaya pertanian Pemprov juga berupaya mempertahankan luasan sawah di Jakarta antara lain melalui proses usulan penetapan lahan sawah abadi di Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur.

Termasuk, sambungnya, "Dengan penetapan Luas Baku Sawah (LBS) yang dikeluarkan oleh Kementerian ATR/BPN RI."

(yoa/kid)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2