Daftar 13 Kepala Daerah Kabupaten/Kota Terjaring OTT KPK 2026

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 11:55 WIB
Bupati Pati nonaktif Sudewo (tengah) berada di mobil tahanan usai mengikuti sidang tuntutan kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan serta dugaan pemerasan dalam seleksi perangkat desa
KPK menangkap 13 kepala daerah dalam OTT sepanjang 2026, termasuk wali kota dan bupati, terkait dugaan korupsi dan pemerasan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim terjaring OTT KPK pada awal Juli. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama tim suksesnya Yaqub Abdhal Al Mu'arif dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Langkat tahun 2025-2026.

KPK turut menemukan barang bukti dugaan tindak pidana berupa uang senilai ratusan juta rupiah yang merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada bupati.

KPK menduga Syah menerima suap sedikitnya Rp800 juta. Selain itu, penyidik mengusut dugaan gratifikasi sedikitnya Rp3,5 miliar yang antara lain berkaitan dengan mutasi dan pengisian jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan serta Camat di Kabupaten Langkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Langkat Syah Afandin digiring menuju mobil tahanan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). KPK menahan Bupati Langkat Syah Afandin usai ditetapkan sebagai tersangka pada kasus suap terkait proyek di lingkungan Kabupaten Langkat tahun 2025-2026. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kyeBupati Langkat Syah Afandin digiring menuju mobil tahanan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Pada Kamis, 9 Juli malam, KPK menggelar OTT di Kabupaten Sukoharjo, Solo dan Wonogiri dengan menangkap tangan 18 orang termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Bupati Etik bersama Kepala BPKAD Richard Tri Handoko dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan.

Mereka kini sudah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama hingga 29 Juli 2026 dan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf f dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

KPK juga menemukan barang bukti diduga terkait tindak pidana berupa uang tunai Rp6,4 miliar, mata uang asing dalam bentuk dolar Singapura, dolar Amerika Serikat, Yen, Ringgit, dan Bath senilai Rp7,5 miliar, serta logam mulia 100 gram sebanyak 25 keping atau total 2,5 kilogram senilai Rp7,3 miliar.

Perkara ini masih bergulir di tahap penyidikan.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini ditangkap KPK dalam OTT pada 20 Juli. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Sudirman dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani.

KPK mengusut dugaan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, suap, serta gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam operasi senyap ini, KPK turut menemukan dan mengamankan barang bukti senilai kurang lebih Rp9,06 miliar.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

KPK menetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada akhir Juli. Anom diduga melakukan pemerasan kepada bawahannya.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut bahwa Anom melakukan pemerasan melalui orang kepercayaannya, Mohammad Haris atau Gus Haris (GHA). Total yang dikumpulkan sebesar Rp 1,98 miliar.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak dan uang sekitar Rp2 miliar.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026). KPK menahan empat orang tersangka yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Lilik Budi Suprianto, Setya Budi Dias Oktavianto dan Mohamad Haris pascaoperasi tangkap tangan (OTT) pada (28/7) serta menyita barang bukti uang tunai sejumlah Rp 2 miliar terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pemalang. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahBupati Pemalang Anom Widiyantoro (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena

Terbaru, KPK menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena dalam OTT pada Senin (21/9). Penangkapan itu merupakan OTT ke-21 KPK sepanjang 2026.

Sebanyak 14 orang diamankan dalam operasi tersebut. Lima orang ditangkap di Jakarta, delapan orang di Sulawesi Utara, dan satu orang di Gorontalo.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara yang berkaitan dengan proyek-proyek di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Dalam peristiwa tangkap tangan itu, Budi menyebut pihaknya juga turut mengamankan barang bukti uang tunai dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

(van/isn)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2