Basarnas: Temuan Jasad di Perairan Kalteng Diduga Korban KM Virgo

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 22:45 WIB
Personel TNI AL menurunkan jenazah dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menuju perahu karet Basarnas saat operasi SAR KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Jumat (18/9/2026). TNI AL menyerahkan tiga jenazah dan barang temuan dari KM Virgo
Basarnas menyebut ada temuan satu jenazah di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (22/9). Diduga jenazah tersebut merupakan korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel). Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas menyebut ada temuan satu jenazah di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (22/9). Diduga jenazah tersebut merupakan korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Ada satu informasi juga penemuan jenazah di Kalimantan Tengah, di tengah laut ditemukan oleh nelayan dan dievakuasi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana dalam konferensi pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Sudayana, terkait temuan itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Kantor SAR Palangkaraya. Hal ini untuk mendalami apakah jenazah itu merupakan korban KM Virgo atau bukan.

"Kita konfirmasi ke Kepala Kantor SAR Palangkaraya apakah ada laporan terkait kejadian orang tenggelam, orang yang belum kembali dari melaut, dan diinformasikan memang tidak ada laporan dan tidak ada kejadian," tutur dia.

Atas dasar itu, Sudayana menyebut pihaknya telah mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi lebih lanjut.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk kita identifikasi, siapa tahu memang benar itu salah satu dari penumpang KMP Virgo Transport 8 yang kita cari," ujarnya.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal yang membawa 243 orang tersebut diduga hilang kontak akibat mengalami cuaca buruk. Kapal ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.

Hingga Selasa (22/9), tercatat sebanyak 126 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sementara 117 korban lainnya masih proses pencarian.

(dis/fra)
placeholder