Sebab Air Pemandian Keramat Gunung Sindur Jadi Merah: Ada Zat Pewarna

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 10:15 WIB
Perubahan warna air menjadi merah di pemandian Desa Cibadung diduga akibat zat pewarna kain. Dinas LH Bogor menunggu hasil lab untuk kepastian. (Foto: Arsip Istimewa via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perubahan warna air menjadi merah di sebuah pemandian di Desa Cibadung, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, diduga disebabkan oleh zat pewarna kain.

"Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah kan sesaat gitu, air berubah warna sesaat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bogor Teuku Bayu, dikutip dari detikcom, Selasa (22/9).

"Jadi, dalam hitungan enggak sampai sejam udah selesai lagi (perubahan warnanya), itu sebenarnya. Jadi, fenomena alam buatan lah gitu, kira-kira gitu ya," sambungnya.

Bayu mengatakan Dinas LH telah mendatangi lokasi kolam viral karena airnya berubah warna menjadi merah. Namun, saat datang, kata Bayu, air kolam tersebut sudah normal kembali.

"Ya, jadi kita sudah ke sana. Pas kita ke sana memang sudah selesai perubahan warna merahnya. Kita juga sudah ambil sampel airnya," kata Bayu.

Bayu mengatakan diperlukan hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah air kolam viral tersebut aman dikonsumsi. Menurut Bayu, meskipun ada kandungan zat pewarna dalam air kolam tersebut, masih dalam batas aman atau di bawah ambang batas.

"Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, nggak ada masalah (jika diminum)," kata Bayu.

Sebelumnya, warga Kampung Kreo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan perubahan warna air di sebuah pemandian keramat menjadi merah pada Minggu (21/9) pagi. Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam video amatir yang beredar, tampak air di lokasi pemandian keramat berwarna merah. Sejumlah warga terlihat berdatangan dan mengambil air tersebut menggunakan berbagai wadah, termasuk botol air mineral.

Petugas desa bersama Satpol PP kemudian mendatangi lokasi pada Senin (22/9). Namun, saat petugas tiba, kondisi air telah kembali seperti semula.

Juru kunci pemandian keramat, Harpin Sahari, mengatakan perubahan warna air terjadi ketika terdapat warga yang sedang berziarah dan mandi di lokasi tersebut.

Menurut Harpin, air yang semula normal tiba-tiba berubah menjadi merah. Kondisi tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam sebelum kembali berubah seperti semula.

"Saya datang ke sini, ada orang berziarah. Saya dipanggil saat sedang mandi, air berubah merah," kata Harpin.

Harpin mengatakan lokasi tersebut memang kerap didatangi warga untuk berziarah dan mandi. Saat air berubah warna, sejumlah warga juga datang untuk mengambilnya.

[Gambas:Video CNN]

(dod/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK