40.363 Balita Kena ISPA Imbas Karhutla di 7 Provinsi

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 11:31 WIB
Kemenkes melaporkan adanya 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi karhutla sejak Agustus, 40 ribu di antaranya menimpa balita. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti mengatakan data tersebut tercatat sejak Agustus hingga 21 September lalu.

Dari jumlah itu, sebagian besar telah sembuh. Pada Selasa (22/9), kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak tercatat 4.533 kasus.

"Kasus ISPA pada wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan ini, ada 174.694 kasus ISPA dari Agustus sampai 21 September. Dan untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali," kata Then dalam konferensi pers dikutip dari YouTube Kemenko Polkam, Rabu (23/9).

Then Suyanti mengatakan dari 174.694, sebanyak 40.363 kasus terjadi pada balita.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kasus ISPA pada periode pemantauan di tujuh provinsi tersebut.

"Ini 63 kabupaten dan kota. Ini adalah tren kasus yang kalau kita sandingkan dari tahun lalu, ini terjadi peningkatan," katanya.

Ia menjelaskan Kemenkes melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan dampak kesehatan akibat karhutla di antaranya dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif.

Kemenkes juga menerbitkan surat rekomendasi untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi wilayah terdampak karhutla.

"Termasuk melakukan surveilans kualitas udara; menerbitkan surat kewaspadaan untuk dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan agar menyiapkan fasilitas layanan kesehatan dan memberi edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

(yoa/gil)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Evakuasi Induk Dan Bayi Orang Utan

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK