Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menegaskan bahwa pemulihan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) belum dihentikan.
Dalam implementasinya, pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra.
Hal itu disampaikan Tito usai Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar di Bidang Pendidikan yang berlangsung di Posko Satgas PRR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini," kata Tito pada Rabu (23/9).
Ia memastikan pembaruan penanganan oleh masing-masing kementerian/lembaga secara berkala, yakni setiap pekan. Di minggu ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapatkan kesempatan menyampaikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di 4.922 sudah berjalan 100 persen.
"Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif," paparnya.
Tito menambahkan, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya fokus pada sisi infrastruktur, melainkan juga mencakup akses kesehatan hingga aspek ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Salah satunya seperti yang dijalankan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman lewat program pemulihan sawah-sawah yang terdampak. Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berfokus pada tambak warga.
"Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu," pungkas Mendagri.
(rea/rir)