Update Rombongan Jurnalis Hilang: Jasad ABK Ditemukan di Bengkulu

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 09:14 WIB
Polisi identifikasi jenazah ABK KM Arupadatu 1, Surakman yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. (Polda Banten)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi berhasil mengidentifikasi satu kru KM Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda pada 7 September lalu.

Sejak hilang kontak, operasi pencarian dilakukan selama 10 hari, namun tidak membuahkan titik terang.

Kini, setelah lebih dari dua pekan berlalu, satu kru kapal itu teridentifikasi berawal dari penemuan mayat di Pulau Enggano, Bengkulu.

Kapolda Banten Irjen Hengki menjelaskan proses identifikasi berawal dari penemuan mayat di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu pada 12 September atau lima hari setelah kapal rombongan jurnalis hilang kontak.

Dari penelusuran di situs Google Earth, apabila ditarik garis lurus dari jarak titik terakhir kapal Arupadhatu 1 hilang kontak di sekitar Pulau Sebesi hingga ke titik perairan Sawang Bengkok di Pulau Enggano adalah sekitar 340 kilometer atau sekitar 188 Nm.

Jenazah saat ditemukan menggunakan celana pendek hitam, tinggi kurang lebih 163 cm, umur sekitar 50 tahun.

"Hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu, saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah, Mister X," kata Hengki, Rabu (23/9).

Hengki mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu terkait penemuan mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, tersebut.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk autopsi dan pemeriksaan identitas DNA dengan keluarga 8 korban kapal hilang kontak itu.

"Dari Biddokkes Polda Banten mengirimkan antemortem, postmortem dari 8 keluarga yang hilang atau lost contact dari 8 keluarga," katanya.

Hengki menyebut pihaknya lalu melakukan pencocokan DNA dari data 8 keluarga korban kapal hilang itu dengan jenazah tersebut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari hasil tes DNA, diketahui jenazah tersebut adalah Surakman yang merupakan ABK kapal.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mister X tadi teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang tidak akan kembali dibuka meski ada korban yang telah teridentifikasi.

"Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban," kata Amrad

Oleh karena itu, kata Amrad, sebagai tindak lanjut pihaknya telah menyebarkan e-broadcast dan maklumat pelayaran (mapel) untuk kapal-kapal yang melintas.

"Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut. Termasuk transpor-transportasi yang melintas wilayah sekitar lokasi kejadian," ujar dia.

(yoa/isn)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Jasad ABK Bawa 5 Jurnalis Ditemukan

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK