Sampah Menggunung di Gowa, 27 Truk Nganggur Tak Mampu Beli BBM
Sebanyak 27 kendaraan pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tidak beroperasi dalam sepekan terakhir akibat tidak memiliki biaya membeli bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan tumpukan sampah yang telah menggunung di beberapa titik.
"Jadi persoalan sampah di Kabupaten Gowa ini memang murni keterlambatan pembayaran saja," kata Kadis DLH Gowa, Azhari Azis, Rabu (23/9).
Menurut Azhari keterlambatan pembayaran BBM untuk kendaraan pengangkut sampah tersebut akibat proses administrasi, karena disebabkan adanya pergantian pimpinan SKPD.
"Mungkin itu yang berpengaruh. Jadi dari tanggal 1 sampai tanggal 31 Agustus memang belum terbayarkan, sehingga pihak SPBU itu menutup untuk solarnya. Jadi kami tidak bisa mengangkut (sampah)," ungkapnya.
Azhari menuturkan sejak tanggal 16 September memang sudah tidak ada pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Gowa, terkhusus di wilayah Kecamatan Somba Opu dan Pallangga.
"Biasanya kami tangani untuk besaran kurang lebih hampir 200 ton per hari. Iya, kurang lebih seperti itulah," ujarnya.
Untuk mengoperasikan kembali 27 armada pengangkut sampah tersebut, kata Azhari, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan SPBU.
"Itu kita kan sekarang ini melakukan kerja sama membayar per dua kali satu bulan. Jadi untuk termin pertama itu Rp 116 juta. Jadi kami berutang kurang lebih Rp 200 juta itu untuk satu bulan. Termin pertama sudah dilakukan pencairan dan penandatanganan SPP untuk pencairan kedua," jelasnya.
Tak hanya itu, akses ke lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Caddika di Kabupaten Gowa ditutup oleh pemilik lahan yang meminta agar Pemerintah Kabupaten Gowa bisa melakukan pembayaran atas tanah yang digunakan untuk jadi TPA.
"Lahan itu, lahan Pemda. Jadi sudah dibebaskan tahun 2023, 2024 itu sudah ada pembebasan. Jadi kurang lebih 9,7 hektar. Karena di dalam lokasi tersebut masih ada kepemilikan dari tokoh masyarakat di sana dan lokasinya memang sudah ditempati sampah, sehingga menuntut untuk segera diselesaikan secara keseluruhan, termasuk akses jalan untuk masuk ke lokasi," katanya.
Azhari mengatakan pihaknya telah memiliki solusi terkait persoalan sampah tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini.
"Insyaallah kami akan melakukan komunikasi dengan pemilik lahan secepatnya dan kami juga menunggu kabar baik dari keuangan, karena katanya tadi sudah diproses. Mudah-mudahan akan kami selesaikan secepatnya sampah yang menumpuk di jalan," katanya.
(isn/mir/isn)