Polisi: Jenazah di Pantai Mukomuko Bukan Rombongan Jurnalis Hilang

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 07:59 WIB
Tim Basarnas bersama dengan kepolisian dan masyarakat setempat saat melakukan evakuasi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari
Polisi mengonfirmasi mayat tanpa identitas di Mukomuko adalah Endar Permana, pelajar berusia 16 tahun. (ANTARA/Anggi Mayasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi memastikan mayat tanpa identitas yang ditemukan di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, bukan bagian dari rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Kamis (24/9) sekitar pukul 08.20 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan warga ke pihak kepolisian.

Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana mengatakan mayat tersebut merupakan warga lokal Kabupaten Mukomuko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga lokal Kabupaten Mukomuko. Iya betul sudah dipastikan karena sudah ada keluarganya," ujarnya saat dihubungi, Kamis (24/9).

Setelah ditemukan, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko untuk diidentifikasi.

Hasil identifikasi menunjukkan jenazah tersebut merupakan Endar Permana (16), seorang pelajar asal Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.

Namun, kata Riky, penyebab kematian Endar masih dalam penyelidikan.

"Masih dalam lidik," ujarnya.

Sebelumnya, Basarnas Bengkulu juga menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9).

Jenazah dari Pulau Enggano kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) pukul 07.58 WIB.

Jenazah tersebut didampingi dua petugas kepolisian untuk menjalani autopsi guna memastikan identitas serta penyebab kematiannya.

Berdasarkan keterangan Polda Banten, hasil pencocokan DNA dengan sampel antemortem menunjukkan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano identik dengan Surakman atau Sukarman (60).

Surakman atau Sukarman diketahui merupakan salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, pada Senin (7/9).

(van/isn)
placeholder