Megawati Tabur Bunga di Pemakaman Guruh, Antar Kepergian Sang Adik

CNN Indonesia
Sabtu, 26 Sep 2026 14:51 WIB
Megawati Soekarnoputri menghadiri pemakaman adiknya, Guruh Soekarnoputra. Pelayat menghormati sosok seniman dan pejuang partai yang telah tiada. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri prosesi pemakaman sang adik, Guruh Soekarnoputra, yang dilangsungkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (26/9).

Presiden ke-5 RI yang tampak mengenakan busana berwarna merah tersebut duduk persis di sebelah makam. Usai liang lahat tertutup rapat, Megawati langsung menaburkan bunga beraneka warna ke atas makam sang adik.

Prosesi penaburan bunga tersebut kemudian dilanjutkan oleh putrinya, Puan Maharani.

Para pelayat yang tampak hadir mengenakan pakaian serba hitam juga bergantian menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP Rano Karno, yang hadir mewakili pihak keluarga, menyampaikan kepergian Guruh bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, melainkan juga hilangnya sosok seniman besar dan maestro budaya bagi bangsa Indonesia.

"Keluarga besar PDI Perjuangan kehilangan seorang pejuang partai dan kaum Marhaenis kehilangan salah seorang yang sepanjang hidupnya tetap membawa keyakinan tentang keberpihakan kepada rakyat," ujar Rano.

Mewakili pihak keluarga, Rano turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan oleh mendiang Guruh.

"Dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf atas segala kekhilafan almarhum jika pernah ada kata yang kurang berkenan, sikap yang melukai, ataupun sesuatu yang belum selesai kami mohon agar semuanya dimaafkan dan diikhlaskan," ujar Rano Karno.

Guruh meninggal dunia di usia 73 tahun. Pria bernama asli Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra itu sempat menjalani pendidikan di Perguruan Cikini sebelum melanjutkan sekolah di SMA Negeri 25 Jakarta dan berkuliah jurusan Arkeologi di University of Amsterdam selama tiga tahun hingga 1974.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Ilmu Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada 2005-2008 dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik. Ia meraih gelar Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia pada 2010.

Sejak muda, Guruh dikenal dengan bakatnya di dunia seni, terutama seni tari dan seni musik. Ia mendirikan grup kesenian Swara Mahardika dan GSP Production. Ia juga mendirikan grup Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.

[Gambas:Video CNN]

Berbagai lagu legendaris lahir dari tangan Guruh Soekarnoputra, seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, Mahadaya Cinta, serta Galih dan Ratna.

Guruh Soekarnoputra sempat menikah dengan perempuan asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, pada 2002. Namun keduanya bercerai pada 2009.

Dalam dunia politik, Guruh Soekarnoputra bergabung dengan PDI pada 1982 dan kemudian berlanjut ke PDIP pada 1999 hingga saat ini. Ia juga sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada masa jabatan 1999-2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur.

(dhz/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK